METROPOLITAN – Pasca-angin topan menerjang kawasan Bogor Selatan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membeberkan kejadian alam yang sebenarnya terjadi. Kabag Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, munculnya angin dengan kekuatan besar itu dianggap hal wajar tiap kali masa transisi. Yakni dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya.

”Indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah,” kata Hary Tirto. Ia menjelaskan, udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan perbedaan suhu udara (> 4.5°C) antara pukul 10:00 dan 07:00 WIB.

Selain itu, ada kelembapan udara yang cukup tinggi. Mulai pukul 10:00 WIB terlihat tumbuh awan putih berlapis-lapis atau awan Cumulus. Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya, sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. ”Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus,” tutur Hary.

”Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk kategori puting beliung maupun yang tidak,” sambungnya. Pada hari ini, berdasarkan keterangan UPT BMKG Stasiun Klimatologi (Staklim) Bogor, pada pukul 14:30-15:30 WIB, citra satelit Himawari terpantau liputan awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus di wilayah Bogor bagian Selatan.

Awan tersebut dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, puting beliung serta kilat atau petir. Rapatnya pusaran angin lemah di Selat Sunda sebelah barat Jawa lalu membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) dan perlambatan angin di wilayah Jawa Barat. Kondisi ini mendukung terbentuknya suplai awan hujan di daerah Jabar.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 50 rumah yang rusak dan ada empat kelurahan yang diterjang puting beliung. Ada enam kendaraan yang tertimpa pohon tumbang. Sebelumnya dilaporkan ada seorang yang tewas karena mobilnya tertimpa pohon. (de/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here