JAKARTA – Jubir Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago tampak memberikan pujian pada Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. Dilansir TribunWow.com, pujian Irma disampaikannya dalam siaran langsung Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/12/2018) saat keduanya menjadi narasumber dalam acara yang tayang di tvOne itu. ILC hari ini memiliki tema “Pasca Reuni 212: Menakar Elektabilitas Capres 2019”.

Dalam kesempatan tersebut, Irma mengungkapkan, efek elektabilitas kedua capres pasca reuni akbar 212 masih belum bisa dilihat karena belum ada surveinya. Terkait masalah elektabilitas dua pasangan setelah reuni 212 ini sama seperti yang disampaikan Adjie tadi. Menurut saya, memang betul belum bisa dilihat karena memang belum ada surveinya,” ucap Irma.

Lebih lanjut Irma mengaku senang begitu melihat Fadli Zon mengangguk setuju pada pernyataan Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun yang menyebutkan jika lembaga survei tidak menerima bayaran dari terkait hasil surveinya. “Saya cukup senang juga tadi ketika Rico Marbun bilang tidak dibayar kanan kiri, pak Fadli Zon langsung bilang, ‘iya iya tidak dibayar’,” ujar Irma.

Padahal, menutur Irma, biasanya Fadli Zon tidak demikian. Biasanya pak Fadli Zon bilang, ‘wah itu surveinya nggak bener tuh’. Baru kali ini pak Fadli Zon bilang memang betul surveinya nggak dibayar,” ungkapnya menghadap Fadli Zon. Fadli Zon tampak memerhatikan sambil tersenyum pada Irma. Melihat Fadli tersenyum padanya, Irma pun menyapa sang wakil Ketua Umum Gerindra itu dan bahkan memanggilnya “Bro”. “Oke bro?” ucapnya sambil tangannya seolah mengajak untuk melakukan high five dari jauh.

Melihat tingkah Irma, Fadli Zon beserta sejumlah narasumber lain pun tertawa. “Alhamdulillah nih hari ini adik saya hari ini baik,” pujinya pada Fadli Zon. Sementara itu, sebelumnya, Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengungkapkan, dampak dari reuni akbar 212 terhadap elektoral capres belum bisa diketahui. “Kalau bicara soal impack 212 terhadap elektoral memang datanya sampai saat ini belum kita survei. Kita bisa baca pengaruh kan dari survei lapangan yang nantinya kita lakukan,” ujarnya.

Namun, Adjie menuturkan, LSI sebelumnya sudah memiliki data yang membaca trend elektabilitas kedua capres. “Dalam kalau bicara soal elektabilitas, kita juga selalu menyampaikan dasar elektabilitas itu muncul,” ungkapnya. Adjie pun memberikan hasil survei LSI Denny JA terkait elektabilitas kedua capres per november 2018. “Survei November 2018, elektabilitas pak Jokowi masih di 53,2 pesen, sedangkan pak Prabowo di angka 31,2 persen, dan undecidet di angka 15,6 persen,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menuturkan, hasil survei yang didapat dari lembaga survei itu bukan karena dana survei dibayarkan oleh capres tertentu. Bisa ditanya ke dua tim sukses yang saat ini datang, ada yang merasa bayar kita nggak? kan begitu,” ucapnya. Rico lantas menjelaskan jika dana tersebut berasal dari subsidi silang dari survei lainnya. “Dana kita ini dari subsidi silang kegiatan-kegiatan kita untuk survei lain,” jelasnya.

Sumber : TribunnewsBogor.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here