METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor kembali menerima logistik pemilu 2019 berupa tinta sidik jari dan segel, awal bulan ini. Sebanyak 6.416 tinta sidik jari dengan jumlah 27 kotak dan 333.883 keping segel dalam 17 kotak yang diterima telah disimpan di gudang KPU Kota Bogor.

Staf Logistik KPU Kota Bogor Widodo menjelaskan, tinta sidik jari dan segel yang didistribusikan KPU RI sudah memenuhi jumlah kebutuhan Kota Bogor. Sementara kebutuhan untuk bilik suara masih belum tercukupi. KPU Kota Bogor juga masih menunggu penerimaan hologram pada Desember. “Kebutuhan logistik lainnya seperti kertas surat suara baru akan dicetak KPU RI pada Januari 2019,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU Kota Bogor Edi Kholki semakin gencar menyosialisasikan tahapan pemilu 2019 ke lapisan masyarakat. Seperti kegiatan forum konsultasi dan komunikasi politik 2018 yang digelar kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bogor di Bale Seda Kencana, akhir November lalu. Ada 80 peserta dari berbagai kalangan masyarakat hadir sebagai peserta kegiatan ini. Edi memaparkan jumlah orang yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu 2019 di TPS.

Sebanyak tujuh orang sebagai anggota KPPS, dua orang pengaman TPS, 16 orang sebagai saksi perwakilan partai politik, dua orang saksi dari paslon, 49 orang saksi dari DPD dan satu orang sebagai pengawas TPS.

Terkait tim penyelenggara pemungutan suara, tutur Edi, KPU RI mengeluarkan peraturan bahwa masyarakat yang sudah dua periode menjadi anggota KPPS tidak diperkenankan bergabung dalam tim. Ia juga mengaku kesulitan merekrut anggota KPPS meski KPU telah turunkan syarat umur bagi petugas KPPS. “Kami sulit mencari anggota KPPS meski persyaratan usia diturunkan menjadi 17 tahun,” jelas Edi.

Edi Kholki juga melakukan simulasi pencoblosan menggunakan lima surat suara untuk menghitung ratarata waktu dalam pencoblosan. Dua peserta yaitu satu orang perwakilan wanita berusia 50 tahun dan satu orang perwakilan anak muda untuk mempraktikkan langsung proses pencoblosan. Maka didapatkan jumlah tujuh menit sebagai waktu ratarata untuk mencoblos. Dikarenakan banyaknya calon legislatif dari 16 partai politik, Edi Kholki berharap peserta sudah mempunyai pilihan.

Hal ini untuk mengantisipasi lamanya proses pemungutan suara. “Sejak awal pastikan Anda sudah memastikan siapa calon yang akan dipilih dan bukan saat di bilik suara,” pinta Edi. (*/els/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here