METROPOLITAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi meyakini akan me­nindak tegas pengendara yang memarkirkan kendaraannya di trotoar. Ini dilakukan Dishub menyusul Perda Perhubungan akan diterapkan dalam waktu dekat di Kota Sukabumi.

Petugas Dishub pun kem­bali menyisir trotoar di Jalan RE Martadinata, Jalan Siliwangi dan Jalan Suryakencana. Petu­gas mendapati belasan ken­daraan roda dua dan empat yang parkir seenaknya di tro­toar. Mereka kemudian mema­sang stiker imbauan pada kendaraan-kendaraan tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Suka­bumi, Imran Wardhani, menga­ku pihaknya baru sebatas mem­berikan sosialisasi dan im­bauan. Ke depan apabila Perda Perhubungan sudah benar-benar bisa dijalankan dengan optimal, Dishub dapat menindak tegas.

Penindakannya mulai dari penderekan paksa, penilangan dan pencabutan pentil atau pengempesan roda kendaraan. Pelanggar aturan juga bisa di­kenai denda Rp500 ribu atau kurungan penjara paling lama dua bulan.

”Tadi di depan SMPN 5 ada yang parkir di trotoar. Kita sam­paikan ke pengendaranya ba­hwa tidak boleh memarkir kendaraan di trotoar dan akhir­nya dimasukkan. Tapi kalau yang tidak ada, tidak kita cari pengemudinya. Kita tempel saja stikernya. Perda tentang Perhubungan sudah ada. Nan­ti mungkin akan kita tindak, sekarang sosialisasi saja dulu,” kata Imran.

Imran menambahkan, Dishub Kota Sukabumi akan menu­gaskan personelnya untuk melakukan patroli. Apabila ada yang ketahuan melanggar, maka petugas bisa langsung menindak.

”Kita sosialisasikan untuk para pengemudi, kendaraan bermotor yang parkir semba­rangan di badan jalan, di tro­toar ataupun di area larangan parkir. Khusus untuk trotoar, terutama trotoar yang sudah bagus, kita pertahankan. Ha­rapan kita untuk pejalan kaki agar bisa lebih nyaman,” la­njutnya.

Imran mengaku sudah men­dengar banyak alasan menga­pa para pengendara ngeyel memarkirkan kendaraannya di trotoar. Kendati demikian, Imran berharap melalui upaya sosialisasi tersebut para pengen­dara bisa lebih mematuhi atu­ran tentang larangan memarkir kendaraan di trotoar tanpa banyak alasan. Paling tidak sampai pengerjaan trotoar di Kota Sukabumi selesai secara menyeluruh, Dishub baru akan melakukan penindakan, bukan lagi sosialisasi. (suk/rez/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here