fadli/METROPOLITA N

METROPOLITAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor meminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) melakukan pengawasan jelang pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP-2) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sebab, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masuk tunagrahita atau dikenal dengan disabilitas mental juga memiliki hak pilih.

Komisioner Bawaslu Kota Bogor Ahmad Fathoni mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU, Disdukcapil, pihak lembaga pemasyarakatan  (lapas) hingga RS Marzoeki Mahdi (RSMM) untuk memastikanwarga yang sudah memenuhi hak pilih terdaftar dalam data pemilih.

Untuk tunagrahita di RSMM, berdasarkan keterangan, pasien rata-rata tinggal di RS selama 20-15 hari. Sehingga pihak RSMM baru bisa menyampaikan data pemilih pada awal April jelang pemilihan.

“Jadi mereka tinggal di RS itu 20 sampai 25 hari, mereka dirawat dan diobati maksimal 25 hari. Sedangkan pemilu akan diselenggarakan 17 April, nanti pihak RS baru bisa menyuguhkan data per awal April.

Sebab penghuni RS ini dinamis, keluar-masuk,” ujar Fathoni usai rapat pengawasan DPTHP-2 bersama Panwascam. Selain itu, warga tunagrahita yang akan dimasukkan dalam daftar pemilih harusmemiliki surat rekomendasi dari dokter untuk memastikan mereka bisa secara teknis memilih.

“Jadi kami membangunkesamaan persepsi dengan Panwascam agar melakukan pengawasan melekat kaitan dengan DPTHP-2. “Jadi ini kan hasil perbaikan, pengawasannya ada tiga hal. Pertama data harus akurat, kedua valid dan terakhir mutakhir,” terangnnya.

Untuk itu, Bawaslu Kota Bogor membuat instrumen pengawasan mulai dari proses awal saat input data manual ke sistem yang sebelumnya sempat bermasalah.

Begitu juga dengan data yang disajikan harus benar-benar valid, termasuk memastikan pemilih disabilitas masuk daftar pemilih.

“Sesuai amanah undang-undang, warga yang bisa memilih harus menggunakan KTP Elektronik.

Maka kami undang berbagai pihak terkait. Termasuk memastikan warga lapas sudah melakukan perekaman. Karena banyak juga warga lapas yang tidak memiliki identitas,” ungkap Fathoni. (fin/c/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here