METROPOLITAN – Pembangunan Masjid Baitul Faizin di kompleks Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, terus menjadi sorotan. Sebab, proses renovasi sempat molor setahun bahkan dua kali gagal lelang pada tahun anggaran 2018, sebelum kembali dilakukan pekerjaan lanjutan per Oktober 2018.

Setelah disidak Bupati Bogor Nurhayanti pada Selasa (4/12), muncul rasa pesimis jika pekerjaan bisa selesai sebelum masa akhir kontrak pada 26 Desember. Itu melihat progres kondisi lapangan yang belum terlalu signifikan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal, menuturkan, pembangunan masjid yang tengah diperbaiki bagian interior dan lanskap dengan total anggaran Rp4,4 miliar itu harus betul-betul menjadi perhatian Pemkab Bogor, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai pengguna anggaran. Apalagi, ada kemungkinan pembangunan baru bisa rampung awal tahun depan. ”Harusnya jadi perhatian (pemkab). Jangan main-main dengan tempat yang mulia ini,” kata Wawan kepada Metropolitan, kemarin.

Pria yang juga ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Gantole Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor itu pun segera mengoordinasikan terhadap segala kemungkinan, termasuk dorongan kepada kontraktor dan pengguna anggaran untuk lebih serius menyelesaikan proyek. Meski begitu, ia enggan menerangkan lebih lanjut bentuk dorongan kepada kontraktor dan Dinas PUPR, dalam bentuk ultimatum atau peringatan keras lainnya.

”Segera akan kami koordinasikan terlebih dulu. Kami lihat dulu seperti apa detailnya. Yang paling utama itu tidak ada kerugian negara,” tegasnya. Wawan melihat sejauh ini konsultan pengawas seharusnya lebih ketat bekerja bersama pemkab agar pekerjaan dan potensi molor tidak terlalu memberi dampak negatif. ”Konsultan pengawas bersama pemda harusnya lebih ketat lagi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, mangkrak selama setahun, pembangunan Masjid Baitul Faizin di Komplek Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali dilanjut tahun ini. Proses renovasi yang mulai dikerjakan Oktober lalu itu, diketahui sempat mengalami dua kali gagal lelang pada tahun anggaran 2018.

Saat ini pengerjaan yang tengah digeber yakni bagian interior dan lanskap masjid. Sementara proyek bangunan utama masjid rampung akhir 2017.

Bupati Bogor, Nurhayanti, langsung meninjau salah satu pekerjaan yang tidak selesai di bawah kepemimpinannya. Ia ingin memastikan progres pembangunan yang sedang berjalan. ”Bangunan sudah selesai. Cuma interior dan lanskap yang belum,” katanya usai inspeksi mendadak (sidak) di Masjid Baitul Faidzin, kemarin.

Mantan sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Bogor periode 2009-2013 itu pun mendesak kontraktor bisa menyelesaikannya tepat waktu, yakni sebelum akhir masa kontrak pada 26 Desember. ”Kalau bisa selesai tepat waktu ya. Semoga cuaca juga mendukung,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Yani Hassan, mengaku keteteran dalam mengerjakan dua proyek itu, karena sempat dua kali gagal lelang dan baru kembali Oktober lalu. Setelah melihat kondisi yang ada pasca-sidak bersama bupati kemarin, Yani pesimis pekejaan bisa selesai tepat waktu. “Melihat lanskap dengan tanah merah dan paving block masih berantakan, saya pesimis pekerjaan selesai tepat waktu,” katanya.

Meski begitu, dia meminta penyedia jasa tetap meningkatkan porsi pekerjaan, baik waktu dan tenaga pekerja. ”Itu mutlak. Kalau tidak selesai tepat waktu ya kena sanksi denda,” ujarnya.

Secara tersirat, dia tidak bisa memastikan kapan masjid yang pertama dibangun 90-an itu bisa digunakan warga Bumi Tegar Beriman. Saat pembangunan fisik utama selesai, sebetulnya warga bisa menggunakan masjid untuk beribadah. ”Sayangnya ditutup lagi, karena ada renovasi interior dan lanskap. Intinya, masyarakat bersabar dulu,” ujar Yani.

Sekadar diketahui, Masjid Baitul Faidzin yang mangkrak sejak 2016 masih tahap interior dan lanskap. Proyek interior dikerjakan PT Kolam Intan Prima dengan nilai kontrak Rp2,7 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Sementara rehabilitasi lanskap masjid dikerjakan CV Trinaya Bersinar dengan nilai kontrak Rp1,7 miliar. Keduanya ditarget rampung pada 26 Desember 2018. Yani. (ryn/b/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here