METROPOLITAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukanegara, Keca­matan Jonggol, mempertanyakan keberadaan Perumahan Koperum­nas di wilayahnya. Sebab, Peruma­han Seribu Rumah di Kampung Leuwijati ini diketahui fiktif. Sebab, lokasi untuk pembuatan peruma­han sampai saat ini statusnya ma­sih dikuasai pemilik tanah dan tak pernah ada transaksi jual-beli dengan pihak Koperumnas.

“Saya mendengar adanya peruma­han syariah dengan pengembangnya Koperumnas di wilayah saya. Tapi, begitu saya cek ke lokasi dan men­cari informasi dari aparat desa, baik RT maupun RW, ternyata tidak ada dan itu yang namanya perumahan Koperumnas yang memberikan iming-iming tanpa DP tanpa riba tersebut,” beber Kades Sukanegara, Muhibatul Islamiyah.

Saat ini, sambung dia, pemilik lahan di Kampung Leuwijati sudah memberikan kuasa kepada Ade Alex Slamat untuk mengurus tanah­nya. Jadi, kalau ada yang berminat membeli urusannya langsung dengan penerima surat kuasanya.

“Tanah yang diklaim pihak Ko­perumnas seluas 10 hektare, pada­hal kalau dilihat dari luas aslinya hanya 6 hektare. Jadi saya mengim­bau kepada warga agar jangan tertipu atau terjebak dengan janji-janji pihak pengembang,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Koperumnas Aris Suwirya membantah bawah perumahan yang akan digarap Ko­perumnas dikatakan fiktif. Menurut dia, pembangunan seribu rumah di Kampung Leuwijati, Desa Day­euh, digagalkan sepihak lantaran peruntukan lahannya bukan untuk perumahan. (has/b/rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here