METROPOLITAN – Selain tidak beres dalam melakukan renovasi Masjid Baitul Faizin, Kecamatan Cibinong, sehingga harus mangkrak setahun dan diprediksi pembangunan lanjutan bakal molor sampai awal 2019, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor juga menjadi dinas yang paling banyak kegiatan lelang yang dibatalkan.

Dari data Unit Pengadaan Layanan (ULP) Kabupaten Bogor, ada 10 kegiatan yang harus batal lelang, hingga proses pelelangan berakhir pada 3 Desember lalu. Alhasil, silpa dari 10 kegiatan tersebut mencapai Rp29,5 miliar.

Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa (ULPBJ) Kabupaten Bogor, Budi CW mengatakan, dari total 985 kegiatan tahun Anggaran 2018, yang berhasil diserap sebanyak 958 kegiatan dengan pagu anggaran sekitar Rp1,1 triliun. Sedangkan tiga kegiatan sedang berjalan, enam paket tahap persiapan, 8 gagal lelang dan dapat berlanjut.

 ”Dan 10 batal lelang,” katanya saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Yang paling banyak, sambung dia, Dinas PUPR dengan enam kegiatan yang batal lelang, sisanya pekerjaan dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Distanhut.

”Pembangunan SPAM Rawan Air Minum di lima desa batal lelang karena tidak keburu waktu, telat masuknya. total kegiatan itu Rp2,1 miliar. Satu lagi belanja modal pengadaan almari senilai Rp285 juta,” ucapnya.

Rinciannya, SPAM Rawan Air Minum di desa Sukamakmur Rp492 juta, Sukaharja Rp496,7 juta, Leuwimalang Rp368,8 juta, Banjarsari Rp366,6 juta, dan Parakan Rp364,6 juta. Dia mengakui, dinas pengguna anggaran seharusnya mengantisipasi jangan sampai telat berkas lelang, untuk menghindari batal lelang.

”Dasarnya itu kan dananya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, terlambat mengajukan ke pusat. Jadi lewat. Makanya masuk di APBD perubahan, sudah beres,” pungkasnya. (ryn/b/yok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here