SURABAYA – Djadjang Nurdjaman kemungkinan besar tetap bertahan sebagai Pelatih Persebaya Surabaya menajalani liga 1 musim depan. Pelatih usia 54 tahun sudah menerima draf kontrak baru dari manajemen Green Force –julukan Persebaya.

“Saya sudah dikirimi draft kontrak baru untuk dipelajari. Kalau oke, pasti saya tanda tangani,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu. Dia memang berharap kontrak anyar bisa segera terealisasi.

“Semoga sebelum hari Sabtu (8/12) lawan PSIS sudah selesai semua,” imbuh mantan pelatih Persib Bandung itu.

Nah, karena sudah hampir pasti bertahan, Djanur siap melakukan pembenahan. Dia sudah memiliki gambaran siapa saja pemain yang bakal dipertahankan. Serta siapa saja pemain yang bakal terdepak.

“Walaupun (kontrak baru) belum resmi, tapi saya sudah bikin skema. Setidaknya ada dua pemain di satu posisi yang sama,” tambah pelatih asli Majalengka itu.

Manajer Persebaya Candra Wahyudi juga sudah melakukan komunikasi dengan Djanur terkait skuat musim depan. “Kemungkinan 60 sampai 70 persen masih dengan skuat yang sama,” kata pengganti Chairul Basalamah itu.

Pemain yang sudah dipastikan tetap ingin dipertahankan adalah striker David da Silva. Maklum, dia merupakan top scorer Liga 1 dengan torehan 20 gol. “Kami sudah layangkan kontrak baru untuk Da Silva. Tinggal negosiasi diterima atau tidak,” tambah Candra.

Selain Da Silva, nama-nama seperti Irfan Jaya, M Hidayat, Miswar Saputra, Misbakus Solikin, Rachmat Irianto kemungkinan besar akan bertahan. Sebab, kontrak mereka baru akan berakhir pada musim 2019. Sementara pemain lain kontraknya akan kadaluarsa pada akhir Desember ini.

Karena itu, manajemen Persebaya sudah mulai melakukan pembaruan kontrak. Tentunya kepada pemain yang akan dipertahankan musim depan. “Kalau di Persebaya, begitu kontraknya mau habis, memang harus segera ada pembaruan,” terang Candra.

Lantas, siapa yang tak akan dapat kontrak anyar? Candra memang enggan menjabarkan. Tapi, dia mengatakan pemain dengan riwayat cedera akan sedikit dilakukan evaluasi. Di Persebaya, ada dua pemain yang memiliki riwayat cedera cukup parah.

Yakni Nelson Alom yang mengalami cedera lutut kanan dan menepi selama enam bulan. Serta Robertino Pugliara yang mengalami cedera patah tulang fibula.

Tapi, belum ada keputusan final. Lagipula, Djanur masih ingin fokus membawa timnya meraih kemenangan di laga kandang terakhir kontra PSIS Semarang (8/12). Dia tak ingin menelan kekalahan di laga terakhir. kemenangan jelas menjadi kado indah bagi Bonek di akhir musim.

“Ini laga penting. saya nggak mau Persebaya terlempar dari posisi enam besar. Makanya laga kandang terakhir harus dimaksimalkan,” kata Djanur. (gus)

Sumber:Jpnn.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here