METROPOLITAN – Soal ujian Sekolah Dasar (SD) berbau politik, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor mengaku menemukannya tidak hanya di tiga kecamatan.

Diperkirakan ada belasan kecamatan yang juga menggunakan soal serupa.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Divisi Penindakan Pelanggaran Abdul Haris mengatakan, ada informasi soal tersebut ditemukan di 15 kecamatan.

Jumlah itu merupakan informasi awal hasil laporan dari empat Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

“Empat kecamatan yang kami hadirkan yaitu Tenjo, Sukajaya, Jasinga dan Klapanunggal. Kalau yang Sukajaya tidak ada, katanya.

Jumlah sekolahnya masih kami himpun,” ujarnya kepada Metropolitan usai bertemu Panwascam di kantor Bawaslu, kemarin.

“Untuk Kecamatan Jasinga itu ada lima sekolah, informasi awal, dan diperkirakan terjadi di beberapa kecamatan lainnya.

Karena ada informasi terjadi di 15 kecamatan,” papar Haris. Menurutnya, soal tersebut ditemukan di sekolah yang menggunakan kurikulum KTSP.

Sementara sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 tidak ditemukan. Diperkirakan buku yang dipegang siswa belum diperbarui karena merujuk pada buku Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 2014.

“Kalau di buku lama jumlah partainya delapan, sekarang kan makin bertambah. Jadi kan rujukannyajuga harus mengikuti perkembangan kepemiluan.

Ini kan sensitif, mengingat sekarang tahun politik. Kalau ini terjadi di banyak kecamatan kan artinya harus benar-benar ditelusuri,” ujarnya.

Haris menegaskan, penelusuran temuan ini untuk memastikan dunia pendidikan bebas dari politik praktis. Dikhawatirkan ada pejabat negara yang mengambil keputusan atau kebijakan yang menguntungkan peserta pemilu karena hal itu jelas dilarang dalam undang-undang.

“Kami akan memastikan ada unsur yang memenuhi delik Pasal 547 dan 282 di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 20-17 atau tidak. Di situ jelas pejabat negara tidak boleh mengambil keputusan yang menguntungkan calon atau peserta pemilu. Sanksinya bisa pidana.

Makanya kami melakukan pendalaman,” jelas Haris. Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmnansyah mengaku temuan tersebut mulai ditangani Bawaslu Kabupaten Bogor.

Pihaknya akan memintai keterangan termasuk dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kami akan mengundang pihak terkait hingga ke disdik, mungkin bisa juga ke percatakan nantinya.

Sekarang kami yang menangani berdasarkan informasi awal dan pendalaman Panwascam,” tandas Irvan.

Sebelumnya, ramai beredar soal ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil pada SD tahun pelajaran 2018/2019 di lingkungan Kecamatan Klapanunggal ditemukan ada kejanggalan.

Musababnya, salah satu soal dalam mata pelajaran PKn di SD Negeri Cibulakan, Kecamatan Klapanunggal, menampilkan salah satu logo parpol peserta pemilu 2019.

Kejanggalan soal untuk kelas VI tersebut ada pada soal nomor 27. Disitu ada logo yang merujuk ke salah satu parpol dengan menampilkan gambar banteng dalam lingkaran. Soal itu menanyakan gambar tersebut merupakan lambang partai apa. (fin/c/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here