METROPOLITAN  – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor menggelar Sosialisasi Sistem Perizinan Online Single Submission (OSS) di ruang rapat 1 atau Paseban Sri Baduga Balaikota Bogor, Selasa (18/12).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantu dan Kerjasama Ditjen Bina Adm Kewilayahaan Kementerian Dalan Negeri RI, Sugiarto, Kasubdit Perizinan Sektor Sekunder BKPM RI, Kukuh Agung Pribadi, dan pihak kelurahan, kecamatan serta para pelaku usaha yang sudah mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sosialisasi kali ini lebih fokus pada aturan perizinan yang tertuang dalam  Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Terintegritas Secara Elektronik (OSS).

Ditjen Bina Adm Kewilayahaan Kementerian Dalan Negeri RI, Sugiarto mengatakan,  dengan adanya PP 24 tahun 2018 tentang penyederhanan pelaksanaan perizinan yang disingkat OSS, mqkq masyarakat Kota Bogor akan semakin mudah untuk mengurus perizinan.

“Untuk menempuh permohonan izin, masyarakat cukup mengunduh aplikasi WWW.OSS.GO.ID di gadget. Nantinya bakal keluar NIB, kata Sugiarto.

Menurutnya, saat ini setiap bandan usaha atau pelaku usah wajib memilik NIB. Sementara, operatornya ditangani oleh Menko Perekonomian.

“Tapi mulai 2019  nanti bakal dikelola oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)” tegasnya.

Sugiarto juga memastikan bila ada masyarakat yang belum melek teknologi, pihaknya akan sedia membantu hingga keluar NIB. Selain itu, setiap kantor DPMPTSP di siapkan gerai untuk mengakse aplikasi OSS.

“Izin bisa di akses dimana saja, kapan saja, dan berlaku sama orang berusaha dan NIB gratis,” ujarnya.

Kedepan, lajutnya. Aplikasi OSS trus di tingkatkan dan diperbaiki. Selain mempermudah perizinan, aplikasi ini bisa memotong rantai calo.

“Bisa di akses 24 Jam, hanya butuh ktp dan imel. Ketika persyarat lengkap cukup lima menit sudah bisa keluar NIB,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bogor, Deny Mulyadi mengatakan bahwa sistem perizinan Online Single Submission (OSS) sesuai Peraturan Pemeritahan nomor 24 tahun 2018 tentang elektronik terintegrasi.

Dan untuk di Kota Bogor sendiri untuk aturan  sistem Online Single Submission (OSS) telah berlaku pada bulan September 2018 yang lalu.

“Adanya sistem aplikasi ini, Pemerintah Pusat  ingin melayani investor dan pemohon izin cepat dan mudah. Pendaftaran perizinan tidak perlu ke kantor perizinan,  cukup dengan online saja bisa dilakukan dimana saja,” ujarnya

Deni mengungkapkan Sistem Perizinan Online Single Submission (OSS) ada beberapa penyederhanaan NIB (Nomor Induk Berusaha) tidak perlu permohonan TDUP.

“Setelah NIB tinggal mengajukan izin usaha dan operasional. IP, IMB, IL, SEF. 12 izin oprerasional disederhanakan menjadikan SIUP,” ucapnya.

Deny menambahkan bahwa OSS ini bisa diakses melakukan aplikasi Play Store atau bisa diklik di WWW.OSS.GO.ID. OSS tidak berdiri sendiri ada aplikasi Simandra dan Sicantik.

“Jika ada masyarakat atau investor belum paham tentang OSS, DPMPTSP Kota Bogor menyiapkan tiga loket pembantuan yang  dan dibantu oleh helpdes,”tukasnya. (ads/c/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here