METROPOLITAN – Nahas nasib yang dialami lima bocah asal Kampung Nyalindung, RT 02/04, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Rizki, Vanesa, Adila, Fadil dan Hilman, yang sedang asyik bermain tiba-tiba tertimbun tanah dari tebing bukit Makam Astana Gunung sekitar pukul 15:30 WIB.

Sekadar diketahui, bukit Makam Astana Gunung sedang ditata para pekerja proyek double track (jalur ganda, red) Kereta Api Sukabumi-Bogor. Saat kejadian, lima anak yang tinggal di sekitar lokasi sedang bermain di bawahnya. Tiga di antaranya berhasil lolos dari timbunan tanah.

“Satu orang tertimbun setengah badan dan satu lainnya sempat hilang tertimbun material longsor. Data sementara identitas kelima anak tersebut, Rizki, Vanesa, Adila, Fadil dan Hilman,” ujar supervisor proyek, Junaedi.

Ia mengaku pekerja dan petugas yang ada di sekitar lokasi longsor langsung melakukan evakuasi. Empat temannya lolos, sementara Rizki baru berhasil dievakuasi dari timbunan longsor setelah lebih dari 20 menit upaya penyelamatan.

Bocah malang itu kemudian langsung dibawa ke RS Betha Medicare Cicurug. Nyawa Rizki tak tertolong dan dinyatakan meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Junaedi juga menyebutkan anak-anak itu tengah bermain di tembok di bawah tebing saat longsor terjadi. “Sudah ada empat kali kami peringatkan agar mereka tidak bermain di sini. Tebing longsor saat mereka ada di bawahnya,” terang Junaedi. (kng/ade/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here