BPTJ Janji Selesaikan Kemacetan Parungpanjang

by -
Sejumlah truk terjebak macet di jalan raya Pantura Dusun Pecaron, Kendit, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (1/2). Jalan raya pantura Situbondo yang menghubungkan Surabaya - Banyuwangi lumpuh total mencapai puluhan kilometer akibat material banjir berupa lumpur, pasir, dan batu. ANTARA FOTO/Seno/Koz/nz/14.

METROPOLITAN – Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menjanjikan akan menyelesaikan persoalan kemacetan yang kerap meliputi wilayah Kecamatan Parungpanjang.

Hal itu diungkapkan Kepala BPTJ, Bambang Prihartono saat menggelar diskusi bersama warga, pengusaha tambang dan transporter.

Kegiatan dilakukan di Gedung Serbaguna Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kemarin.

Menurut Bambang, pihaknya bersama stakeholder terkait sudah melakukan dua kali rapat membahas persoalan truk tambang ini.

Pihaknya pun berkewajiban mendegarkan aspirasi dari masyarakat. Karena, memang selama ini dengan adanya perubahan jam tayang, itu berdampak kemana-mana bahkan sekarang sudah mengarah ke persoalan sosial, akibat kemacetan.

Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk mencarikan solusi bagi
persoalan truk tambang. “Permasalahan ini saya tak over. Tadinya permasalahan ini sedang di kerjakan oleh Dishub Provinsi Banten dan Jawa Barat, sekarang saya tak over sehingga nanti permasalah ini clear, mencarikan solusinya,” katanya.

Dari hasil diskusi ini, sambungnya, ada kesepakatan yang terlahir dengan para tokoh masyarakat, transportet dan pengusaha tambang. Kesepakatannya, sesuai dengan rencana awal yaitu jam operasional akan diberlakukan sejak 22:00 hingga 05:00 WIB.

Maka, amanah inilah yang akan saya sampaikan ke Bupati Tanggerang, Ahmed Zaki Iskandar untuk menyesuaikan dengan kesepakatan ini.

“Bukan semata-semata saya yang menetapkan dan harus berkoordinasi dengan temen di Provinsi Banten. Tetapi, saya akan
sampaikan kajian singkat ini untuk jadi pertimbangan agar di sesuaikan,” ucap dia.

Ia melanjutkan, bukan hanya sebatas usulan jam operasional, tetapi pihaknya akan menyampaikan kajian ke Bupati Tanggerang secara utuh.

Seperti, bagaimana dampak terhadap masyarakat, ekonomi masyarakat, apa yang di perlukan masyarakat hingga bagaiaman kondisi kemacetan yang di akibatkan jam operasional ini.

“Inilah yang menjadi kajian singkat saya, yang akan di sampaikan ke Bupati Tangerang. Kita akan sampaikan malam ini,” imbuhnya.

Bambang menambahkan, memang menyelesaikan persoalan ini ada solusi jangka pendek dan panjangnya. Kalau jangka panjangnya itu adalah jalur khusus tambang dan solusi jangka pendeknya yaitu bagaimana menetapkan jam tayang.

(sir/b/rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *