METROPOLITAN – Jodoh memang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Kita tak pernah tahu dengan siapa kita akan berjodoh dan kapan kita akan menikah. Manusia hanya mampu berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan segalanya. Meskipun kenyataan pahit harus kuterima menjelang hari pernikahanku yang tinggal menghitung hari karena calon suamiku selingkuh di belakangku.

Semenjak Tamat SMA, aku mengenal seorang pria bernama Andri. Sebenarnya Andri adalah kakak kelasku di SMA, tapi kami baru akrab dan saling mengenal sejak tamat sekolah. Pertemuanku yang tak disengaja saat pendaftaran Mahasiswa Baru di kampus Unismuh Makassar. Kami mendaftar di kampus yang sama dengan jurusan yang sama juga yaitu jurusan bahasa Indonesia.

Sejak pertemuan di lokasi kampus, kami saling bertukar nomor handphone. Komunikasi kami pun berlanjut dan makin akrab. Kami sering saling bertukar informasi mengenai pendaftaran kuliah. Dan tanpa sengaja komunikasi kami makin luas, awalnya hanya bertanya tentang kuliah, kini bahkan tanpa malu-malu kami juga sering bergantian menceritakan hal hal pribadi kami. Komunikasi yang semakin intim itulah yang akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta di antara kami. Kami saling merindukan dan memutuskan untuk berpacaran.

Setiap saat kami selalu menghabiskan waktu bersama sebagai pasangan kekasih. Andri memiliki sangat perhatian dan juga romantis. Bahkan sangat sering dia membuat hati saya benar benar kasmaran akan tingkahnya. Proses pacaran kami pun berjalan normal dan kami pun sering saling mengunjungi keluarga pasangan.

Kami saling bergantian berkunjung, sehingga aku sudah dikenal di keluarganya Andri, dan begitupun sebaliknya, Andri sudah dikenal di keluarga besarku. Waktu berlalu begitu cepat, hubungan kami pun sering diwarnai percekcokan karena sering berbeda pendapat. Tapi kami selalu bisa melewati setiap perbedaan yang ada.

Kini usia pacaran kami menginjak 6 tahun. Kamipun sudah tamat kuliah dan telah bekerja sebagai guru honorer di sekolah. Masalah mulai sering muncul ketika kami mulai bekerja. Kami mengajar di sekolah berbeda namun berada di kota yang sama. Tapi setiap masalah yang timbul bisa kami atasi.

Bahkan keluarga Andri sudah datang melamar ke orang tuaku. Lamaran Andri saya terima karena memang saya sangat mencintainya. Saya pikir kami akan lebih bisa menyatukan pemikiran setelah menikah nantinya.(vem/suf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here