METROPOLITAN – Puluhan karyawan PT Gading Mas Wirajaya (GMW) Cileungsi sampai saat ini masih menduduki halaman pabriknya dengan membuat tenda. Aksi ini dilakukan lantaran para pegawai menuntut gaji dan pesangonnya dicairkan.

”Kami sudah dua bulan melakukan aksi di depan pabrik PT GMW. Tapi, pihak perusahaan membandel dan tidak mau merealisasikan tuntutan karyawan,” terang Ketua Aksi, Neli, kemarin.

Ia menilai manajemen PT GMW sangat tidak koperatif. Mereka terkesan pura-pura bodoh dan tidak peduli akan kewajibannya terhadap hak-hak karyawan.

”Kami kecewa dengan manajemen yang belum juga merespons tuntutan karyawan,” ujarnya.

Meskipun sudah ada mediasi yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, hasilnya nihil. Pihaknya merasa kecewa dengan kinerja Disnaker.

“Mereka (Disnaker,red) tidak becus memberikan solusi kepada karyawan yang tidak mendapatkan keadilan dari perusahaan,”
ujarnya.

Sementara itu, manajemen PT GMW Foam, Rinto, mengaku tidak bisa memberikan penjelasan secara detail. Semua permasalahan sudah diserahkan ke Disnaker Kabupaten Bogor.

”Kami tidak bisa berkomentar apa-apa, karena sudah dimediasi disnaker. Ya mungkin kita tinggal tunggu hasilnya seperti apa,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan karyawan PT GMW Foam di Kampung Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, berunjuk rasa kepada manajemen, belum lama ini.  Aksi ini dilakukan agar perusahaan bisa mengeluarkan hak atau pesangon yang tak kunjung diberikan.

”Tuntutan kami sederhana, kami hanya menuntut kejelasan dari manajemen karena rata-rata kami sudah mengabdi kepada perusahaan sembilan tahun. Tapi ketika pabrik tutup, hak pesangon kami semua tidak jelas,” kata Ketua Aksi, Neli.

Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, sambung Nelih, tiba-tiba perusahaan menutup produksinya dengan alasan sedang bangkrut. Padahal selama ini produksinya lancar. Manajemen juga tidak memberitahukan alasan kenapa pabrik berhenti beroperasi.

“Pabrik sekarang sudah tak beroperasi. Yang membuat kami kaget, tiba-tiba ada tulisan di gerbang depan bahwa pabrik ini akan dijual. Kalau bangkrut berikan penjelasan dan tolong keluarkan hak kami,” pintanya. (has/b/rez/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here