METROPOLITAN – Eksekusi rumah di Kampung Tipar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi milik atas nama Cecep Mahyudin berlangsung ricuh. Keluarga pemilik rumah menolak eksekusi, dua orang penghuni rumah pingsan saat proses itu berlangsung. Meski ada perlawanan, proses eksekusi dan evakuasi barang tetap dilakukan pihak Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi.

Pihak Keluarga melawan karena menilai harga lelang tidak sebanding dengan objek yang dijaminkan, proses sidang terkait hal itupun hingga saat ini masih berjalan. Emi Suparmi, putri pemilik rumah dan anggota keluarganya sempat berteriak-teriak histeris ketika petugas dari PN Kota Sukabumi mulai membacakan surat sita. Ade Supriadi menantu pemilik rumah dan Teti putri pemilik rumah pingsan.

Petugas juru sita dari PN Kota Sukabumi Endryfan Fakartidza menyebut penyitaan dilakukan karena sudah ada keputusan inkrah mulai dari PN Kota Sukabumi hingga Mahkamah Agung yang memenangkan pemenang lelang atas nama Entat Sutatiah.

“Berawal dari utang piutang antara pemilik jaminan dengan salah satu bank, kemudian bank melelang. Setelah inkrah kita lakukan sita, proses (sidang) mulai dari PN hingga MA. Pasca lelang dimenangkan oleh atas nama Entat Sutatiah yang memohon eksekusi pengosongan. Ketika mau pelaksanaan eksekusi muncul gugatan baru tapi itu tidak menghalangi proses eksekusi,” jelas Endryfan, Kamis (10/01).

Sementara pihak keluarga, menolak eksekusi karena menilai objek jaminan tidak sebanding dengan harga tiga objek bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 1.750 meter persegi. Proses gugatan terkait hal itupun masih proses di PN Kota Sukabumi.

“Dari satu sertifikat itu ada tiga objek rumah, nilainya bisa miliaran. Tapi hasil keputusan lelang nilainya sekitar Rp 650 juta, untuk diketahui proses mulai lelang sampai berganti kepemilikan atau sertifikat atas nama pemenang lelang keluarga tidak mengetahui, proses gugatan baru juga masih berjalan,” kata Emi Suparmi, putri pemilik rumah.

Hingga saat ini petugas pengadilan masih mengevakuasi barang dari dalam rumah, anggota keluarga pemilik rumah masih berteriak histeris. Dua anggota keluarga yang jatuh pingsan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. (dtk/mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here