PALEMBANG – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Ma’ruf Amin tampaknya geram soal isu yang selalu menyerang kepada Jokowi selama Pilpres.

Bahkan, isu yang menyebutkan Jokowi anti-Islam selalu dihembuskan untuk mempengaruhi suara masyarakat menjelang empat bulan sebelum pencoblosan.

“Ada yang bilang Pak Jokowi anti-Islam. Saya ini kiai kalau anti-Islam tidak mungkin mengajak saya (sebagai cawapres). Pak Jokowi bisa saja milih wakilnya dari politisi, pengusaha, profesional, bisa TNI/Polri. Tapi beliau tidak semuanya (memilih), tapi yang diajak saya seorang kiai, apa bisa itu dibilang anti-Islam,” kata Ma’ruf Amin di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Bahkan, menurut Ma’ruf, bank wakaf saat ini sudah didirikan di setiap pesantren dan nantinya ditargetkan dapat membuat 1.000 bank wakaf.

“Ente sudah berbuat apa untuk Islam? Pak Jokowi sudah banyak, bahkan sudah membentuk bank wakaf di setiap pesantren, nanti akan dibuat 1.000 bank wakaf di pesantren,” ujarnya.

Isu tersebut, kata Ma’ruf, mestinya tak dijadikan sebagai ajang kampanye.

Sebab, masyarakat saat ini membutuhkan program yang menjamin kelangsungan rakyat agar bisa hidup dengan damai.

“Kenapa dibilang anti-islam? Belum apa-apa sudah ngelindur (ngigau), ini orang mengiggau atau apa. Itu isu provokasi itu hoaks yang disebarkan. Insya Allah Sumsel tidak akan terpengaruh lagi oleh berita bohong, fitnah. Kalau masih percaya namanya oon. Sudah jelas fitnah masih percaya,” kata dia.

Sumber: tribunnews

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here