BANDUNG – Ketua Umum PSI Grace Natalie menyampaikan pidato berapi-api di panggung Festival 11, Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/1). Pada kesempatan itu, dia membeberkan deretan kebohongan calon presiden Prabowo Subianto.

Namun, Prabowo bukan satu-satunya sasaran Grace. Dia tidak melupakan pendamping capres nomor urut 02 itu, calon wakil presiden Sandiaga Uno.

“Sandiaga menyebut bahwa tempe kini hanya berukuran setipis ATM, bahwa uang seratus ribu rupiah hanya cukup untuk membeli bawang dan cabe, bahwa harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal ketimbang di Singapura,” sebut Grace.

 

Grace mengatakan bahwa tuduhan palsu dan kebohongan yang dicetuskan oleh Sandiaga disebabkan oleh dua kemungkinan. Pertama, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu tidak tahu data lapangan. Kemungkinan kedua, dia sengaja berbohong.

Grace pun mengingatkan, Sandiaga pernah mengkritik pembangunan infrastruktur yang didanai utang. Sandi mengaku perusahaannya tidak berutang sama sekali ketika membangun Tol Cipali.

“Faktanya, perusahaan Sandi berhutang pada konsorsium bank. Untuk yang ini, Sandiaga jelas sedang berbohong,” tegas Grace dalam pidato berjudul “Politik Akal Sehat, Politik Kaum Muda”.

Grace sangat menyayangkan sikap Sandiaga Uno sebagai tokoh politik yang sangat mudah menyebar kebohongan. “Dan sama sekali kita tidak pernah mendengar mereka menyesal!” tutur Grace Natalie di depan ribuan simpatisan, kader dan petinggi PSI.

“Teori terkenal tentang propaganda menyebutkan bahwa kebohongan yang diucapkan terus menerus, lama-lama akan diterima sebagai sebuah kebenaran. Mungkin taktik inilah yang sengaja dijalankan,” pungkas Grace. (dil/jpnn)

Sumber : jpnn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here