METROPOLITAN – Ada dua isu krusial pada 2019 yang akan menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam mendorong minat masyarakat Indonesia terhadap museum. Dua isu tersebut adalah manajemen pengelola dan kepemilikan masyarakat terhadap museum.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan, saat ini pemerintah kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola museum. “Makanya akan banyak bimbingan teknis agar pengelola bisa bekerja secara profesional,” ujarnya.

Bimbingan teknis tersebut, sambung dia, bisa meningkatkan kualitas SDM permuseuman, sehingga terwujud kualitas pelayanan dan tampilan museum yang menarik.

Selain itu, kepemilikan publik terhadap museum di daerah juga masih sangat rendah. “Banyak museum di daerah yang statusnya didiamkan, tidak begitu banyak perhatian. Istilahnya dicuekin,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sirkulasi koleksi museum nasional yang dijodohkan dengan koleksi museum lokal. Hilmar menyebut ada 150 koleksi museum nasional yang akan disandingkan.

“Misalnya koleksi kain. Banyak warga sekitar yang mempunyai kain khas daerahnya.

Nah, kain itu juga akan dipamerkan di museum, sehingga kepemilikan masyarakat terhadap museum akan terus meningkat,” tutur Hilmar. (*/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here