METROPOLITAN – UPT PUPR Kecamatan Jonggol memberikan teguran kepada PT Kharisma Tanjung Selarasa dan PT Agung Karya Pratama.

Keduanya merupakan kontraktor dalam proyek peningkatan pembangunan ruas Jalan Cibadak dan ruas jalan Lewubilik, Kecamatan Sukamakmur yang diduga dalam pengerjaannya
tidak sesuai RAB dan site plan.

Pembangunan pun semrawut dan dikeluhkan masyarakat.
Tak sampai di situ, permasalahan peningkatan jalan dengan APD Rp2 miliar itu bertambah lantaran pengerjaan yang seharusnya rampung pada 25 Desember 2018, namun sampai 2019 realisasi pembangunan baru mencapai 30 persen.

”UPT PUPR Jonggol sudah memberikan surat teguran kepada dua rekanan kontraktor tersebut. Pihak kami sebatas memberi-
kan surat teguran. Untuk sanksi itu wewenang PPK Dinas PUPR Kabupaten Bogor,” terang Kasubbag TU UPT PUPR Jonggol, Endang Sunardi, kemarin.

Menurut Endang, pihak PUPR Kecamatan Jonggol sudah banyak mendapatkan keluhan warga lantaran tak kunjung selesai dan membuat ruas jalan dipenuhi material batu.

”Pihak UPT PUPR Jonggol juga sudah banyak menerima keluhan warga dan pengguna jalan. Makanya kami sudah melayangkan surat teguran kepada PT Kharisma Tanjung Selarasa dan
PT Agung Karya Pratama sebagai pelaksana pembangunan,” bebernya. (has/b/rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here