METROPOLITAN – Muhammad Yusuf Mustofa, mantan aktivis yang menyukai tantangan baru. Jabatannya sebagai Kepala Desa di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor saat ini pun dianggapnya sebagai tantangan. Lantas, seperti apa kisah perjalanan karir pria berusia 35 tahun ini? Berikut wawancaranya bersama Harian Metropolitan:

Sejak kapan Anda menjadi seorang Kades?
Saya dilantik sejak April 2014. Sebelumnya saya ini merupakan distributor ikan. Saya juga aktif sebagai aktivis lingkungan dan di kepemudaan.

Apa yang memotivasi Anda mau menjadi seorang Kades?
Sebagai putra daerah atau desa, saya ingin mengembangkan potensi yang ada di wilayah ini dengan gaya-gaya milenial, dari sumber daya alam-nya sampai sumber daya manusia-nya.

Sebagai Kades saat ini apa yang ingin Anda lakukan?
Tujuan ke depannya adalah ingin membawa Desa Purwasari ini lebih maju lagi dan lebih berkembang lagi. Saya juga selalu mencoba halhal yang baru untuk perkembangan wilayah sesuai struktur yang ada di Desa Purwasari.

Apakah sudah teruji?
Alhamdulilah, menurut versi Kementerian Desa, Desa Purwasari merupakan desa maju sesuai indikator pembangunannya. Kedepannya, kita juga di tahun 2019 ini akan ada stasiun tv desa, pelayanan berbasis teknologi serta perbaikan ekonomi.

Lalu, adakah target ke depan?
Kalau soal prestasi itu akan selalu kita keruk dan kita tidak pernah merasa cukup untuk perkembangan wilayah.

Terakhir, selama Anda menjadi Kades apakah ada pengalaman menarik yang dirasakan?
Namanya hidup, soal duka itu pasti ada. Terpenting, selagi kita melakukan dengan ikhlas dan tujuan yang jelas tidak ada masalah. Kita juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan masyarakat, jadi tidak akan pernah sama dengan desa – desa yang lain. (khr/d/ rez)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here