METROPOLITAN – Muhamad Rifki (10) bocah yang tewas tertimbun longsor di lokasi proyek double track (jalur ganda) kereta api di Kampung Pakemitan, RT 01/04, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akhirnya dimakamkan pada Jumat (11/1) sekitar pukul 08:00 WIB.

Putra kedua pasangan Heri Supriatna (41) dengan Nurhayati (37) itu dimakamkan di TPU Pojok Hanjuang, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari kediamannya. Prosesi pemakaman pun diiringi isak tangis keluarga.

“Anak saya itu memang sering main di sana, di lokasi proyek double track. Nggak mau lepas,” ungkap ayah Rifki, Heri, saat ditemui usai pemakaman.

Sang ibu, Nurhayati, masih terlihat lemas. Bahkan Nurhayati tak sanggup menyaksikan pemakaman putranya itu. Pantauan di lapangan, prosesi pemakaman juga dihadiri teman-teman Rifki dari SLB Bangkong Reang.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Edi Nur Salam juga ikut mengiringi prosesi pemakaman. Edi turut berbelasungkawa atas musibah tersebut.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan lokasi. Ini memang titik rawan, medannya berbukit. Kita sudah melarang lokasi proyek itu dimasuki orang lain. Tapi memang jadi tempat hiburan untuk anak-anak,” kata Edi.

Edi menyebut masih banyak lokasi pengerjaan yang belum stabil dan berbahaya bagi masyarakat. Karenanya, ke depan pihaknya akan membuat batas yang jelas dan larangan agar anak-anak tidak kembali bermain di lokasi proyek. “Kita akan menanggung semua biaya pengobatan para korban,” tandasnya. (kng/ ade/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here