Macet Akut, Warga Tuntut Solusi Dari BPTJ

by -

METROPOLITAN – Kemacetan panjang yang mewarnai ruas Jalan Raya Sudamanik-Parungpanjang terus dikeluhkan warga. Sebab, kemacetan yang diakibatkan truk tambang itu memarkirkannya sembarangan. Warga pun mendesak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bisa mencarikan solusi kemacetan akut ini.

Warga Desa Parungpanjang, Rudi (45), mengatakan, jika kemacetan yang terjadi setiap hari ini dibiarkan terusmenerus, maka aktivitas dan mobilisasi masyarakat umum menjadi korbannya.

“Jalan ini jalur utama lintas wilayah, lintas provinsi dari Kecamatan Parungpanjang menuju Kabupaten Tangerang. Bukan hanya pengemudi kendaraan yang terganggu, tapi juga pedagang, pelajar dan karyawan yang mau berangkat kerja. Semuanya terhambat, terganggu aktivitasnya,” keluh Rudi, seraya mendesak BPTJ dapat mencarikan solusi persoalan kemacetan ini.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mengklaim sudah mengatur jalan atas kemacetan yang disebabkan antrean truk tambang. Kepala Bidang Pengawasan pada Dishub Kabupaten Bogor, Bisma Wisuda, mengatakan, pihaknya sudah mengatur titik kemacetan, namun terkendala banyaknya truk tambang yang ditinggalkan para sopir.

“Tadi pagi (kemarin) kemacetan mulai terjadi sekitar pukul 07:00 WIB dan petugas kami berhasil mengurai kemacetan pukul 11:00 WIB, sehingga akses jalan sudah lancar kembali,” katanya.

Menurut dia, kemacetan ini terjadi akibat kebijakan jam operasional yang belum sesuai antarwilayah. Sedangkan pemberlakuan jam operasional secara menyeluruh BPTJ saat ini masih tahap sosialisasi. Akan tetapi, dalam rapat terakhir di BPTJ beberapa hari lalu dibahas mengenai penyediaan area kantong parkir untuk truk tambang.

“Dari hasil rapat ada pembahasan kantong parkir. Kita tunggu saja tindak lanjutnya dari BPTJ,” pungkasnya.

(sir/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *