METROPOLITAN – Meski ekonomi keluarganya terbatas, siswi SDN Neglasari, Nabila, tetap semangat belajar. Ia sering masuk peringkat lima besar di kelasnya. Ayahnya, Muchtar, bekerja sebagai tukang ojek yang sehari-hari mangkal di Pasar Ciluar. Sedangkan ibunya, Sandri, hanya membantu ekonomi keluarga dengan menjadi buruh cuci di tetangganya.

Nabila mempunyai cita-cita ingin menjadi ustadzah dan ingin meneruskan sekolah di pesantren setelah lulus SD. Ia terkadang merasa minder jika sedang berbaur dengan teman sekolahnya. Banyak temannya dari keluarga mampu, karena dia sadar dengan kondisi ekonomi orang tuanya yang kurang mampu.

Sandri berharap anaknya diberikan keringanan dalam membayar iuran sekolah. Sebab, untuk biaya makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Warga Jalan Jembatan Pari, RT 01/03, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ini juga meminta anaknya bisa disamakan dengan yang lain yang kondisi perekonomiannya tergolong mampu. (lis/els/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here