ParungPanjang Masih Macet, Warga: Solusi Cuma Wacana

by -

METROPOLITAN – Persoalan ke­macetan di Kecamatan Parungpanjang seakan tak ada solusi. Hingga saat ini, ruas Jalan Raya Parungpan­jang-Bunar itu masih dipenuhi truk tambang yang memarkirkan ken­daraannya di bahu jalan. Warga pun geram dan mempertanyakan janji pemerintah dan BPTJ yang akan menuntaskan permasalahan ini.

Warga Parungpanjang, Mardian (30), mempertanyakan solusi yang sudah digembar-gemborkan pe­merintah dan BPTJ sebelumnya. Sebab, sampai saat ini jalan di per­batasan Kabupaten Bogor dan Tang­erang itu masih macet parah. Bahkan, kemacetan mengular hingga puluhan kilometer. “Lama banget ini macet­nya. Belum ada solusinya apa ini di Parungpanjang. Pemerintahnya bagaimana, harusnya ada tindak lanjut,” keluhnya.

Menurut dia, kemacetan ini ter­jadi karena adanya perbedaan jam operasional melintas truk tambang di Kabupaten Bogor dan Tangerang. Untuk itu, ia mempertanyakan ke­napa persoalan ini seperti tidak ada titik temu. “Padahal kan tinggal disinkronkan saja, masa tidak bisa. Apa jangan-jangan solusi yang di­tawarkan sebatas wacana,” herannya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Bogor, Ade Yasin, berjanji mengelu­arkan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai jam izin melintas bagi pengendara jalur tambang di Parung­panjang sebagai upaya mengurai kemacetan.

“Secepatnya akan kita buatkan perbup agar bisa menga­tasi masalah kemacetan jalur tambang di Parungpanjang,” kata perempuan yang akrab disapa AY itu.

Menurut dia, perbup mengenai pengaturan jam lalu lintas bagi pengendara tambang di jalur terse­but akan disesuaikan hasil kajian di lapangan maupun hasil rapat dishub dan Pol PP. Termasuk akan dilakukan koordinasi dengan tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat agar tidak saling menghambat dan menggang­gu aktivitas ekonomi di wilayah te­tsebut.

(sir/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *