METROPOLITAN – Teka teki siapa pelaku pembunuhan yang menewaskan siswi SMK Baranangsiang, Adriana Yubelia Noven Cahya (18), di Jalan Riau, Bogor Timur, pada Selasa (8/1), belum menemukan titik terang. Bahkan untuk melakukan pengembangan lebih dalam, pihak kepolisian telah memeriksa delapan orang saksi, dari penjaga kosan korban, teman-teman baik korban hingga keluarga korban.

Tak hanya itu, barang pribadi korban semasa hidup sarung pisau untuk membunuh korban dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, sudah diamankan polisi untuk mengungkap rekaman jejak pelaku yang saat ini masih buron. “Kami belum dapat menangkap siapa pelakunya. Saat ini sedang dilakukan pendalaman, jadi mohon bersabar,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat menghadiri Rakor Kamtibmas di Gedung Kemuning Kading, Bogor Tengah, Kamis (10/1).

Klarifikasi S yang Diduga Pelaku Terkait beredarnya foto korban dengan seorang pria di media sosial, Hendri memastikan bahwa pria yang ada dalam foto tersebut bukanlah pelakunya. Pria berinisial S tersebut sudah diamankan pihak kepolisian di Bandung dan sudah dimintai keterangan menjadi saksi.

Dari beberapa bukti yang terdapat, menurut Hendri, kemungkinan besar S bukan pelakunya. S hanya sebatas saksi, walaupun pernah memadu kasih dengan korban. Selain itu, pantauan dari hasil CCTV, bentuk fisik tersangka berbeda dengan S.

“Yang beredar di media sosial itu kan S, dan seakan-akan masyarakat menilai bahwa S itu adalah pelaku. Tetapi setelah kita lakukan pendalaman, dia masih sebatas saksi,” tegasnya.

Hendri menambahkan, sulitnya pengungkapan kasus pembunuhan ini salah satunya terkait masalah pribadi, korban terhadap lingkungan di sekitarnya tertutup. Begitu juga jarak korban dengan keluarga cukup jauh, yang menjadi kendala pihak kepolisian untuk mengorek informasi lebih lanjut.

“Orang tuanya pun tidak bisa memberikan jawaban yang banyak karena sudah hidup berpisah dengan orang tua sejak lama. Teman terdekatnya pun informasi terbatas dan petunjuk yang ada di TKP (rekaman CCTV, red) tidak bisa membantu kita karena tidak begitu jelas wajah pelakunya,” tuturnya.

Sedangkan barang bukti yang sudah diamankan pihak kepolisian seperti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, laptop korban dan buku diary korban, masih belum menunjukkan titik terang.

“Belum ada yang mengarah kepada siapa-siapa. Ada beberapa bukti elektronik yang sedang kita lakukan scientific investigation (handphone korban, media sosial), termasuk kegiatan korban jauh hari sebelum kejadian. Ini perlu kita ketahui,” bebernya.

Untuk pengembangan, pihak kepolisian sudah memeriksa delapan orang saksi yaitu penjaga kosan korban, mantan pacar korban, teman-teman baik korban dan keluarga korban. Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya melibatkan Mabes Polri, Polda Jabar, termasuk dari Satreskrim Polresta Bogor Kota. “Mohon bersabar, anggota masih di lapangan. Dan ini adalah tantangan bagi saya selaku kapolresta baru di sini. Mendapat kado yang tidak mengenakkan, kira-kira seperti itu,” ungkap Hendri.

Alumni Tabur Bunga Untuk Noven Kesedihan mendalam turut dirasakan keluarga besar alumni SMK Baranangsiang Kota Bogor, aksi solidaritas dilakukan oleh sejumlah siswa dan para alumni SMK Baranangsiang untuk mengenang Noven, dengan melakukan tabur bunga dan menyalakan beberapa lilin di depan pintu Gang Riau lokasi ditusukya Noven .

Mereka juga secara bergantian memanjatkan doa untuk Andriana. Saat tabur bunga, nampak hadir juga Walikota Bogor Bima Arya. Kordinator Aksi Solidaritas, David Christian menuturkan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas para alumni, Keluarga besar SMK Baranangsiang. Aksi ini diluar ekspektasi, tadinya estimasi yang datang hanya 40 sampai 50 orang ternyata ini lebih.

Ia berharap kasus penusukan yang mengakibatkan meninggalnya Andriana, pelakunya bisa cepat terungkap. Karena sekarang ini yang beredar kabarnya masih simpang siur, dan pihak polisi belum memastikan siapa pelakunya. “Saya mewakili semua alumni turut berduka cita dan minta kepolisian segera menangkap pelaku,” ujar alumni tahun 2010 SMK Baranangsiang ini.

Setelah aksi solidaritas, lanjut David, alumni bakal mengelar aksi donasi untuk korban donasinya terkumpul pada acara 50 hari atau 100 harian korban meninggal dunia, pihaknya bakal menyerahkan hasil mengalangan donasi ke pihak keluarga. “Donasi tersebut nantinya di serahkan oleh perwakian alumni kepada pihak keluarga, “katanya. (ads/b/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here