PNS Asyik Nongkrong

by -

METROPOLITAN – Hari pertama ngantor setelah serah terima jabatan (sertijab) awal pekan lalu, pasangan bupati dan wakil bupati Bogor terpilih Hj Ade Yasin dan Iwan Setiawan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Selepas apel yang dimulai sejak pukul 07:30 WIB, keduanya langsung tancap gas dengan meninjau SKPD sektor pelayanan pasca-libur tahun baru.

Setelah apel selesai sekitar jam delapan pagi, keduanya meluncur ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Alangkah kagetnya Ade-Iwan di saat kursi tunggu di ruang pelayanan sudah hampir penuh, namun sebagian besar pegawainya tidak ada di tempat semestinya. Termasuk di bagian pelayanan.

Keduanya berjalan ke arah kantin kantor tersebut dan mendapati banyak pegawai yang masih nongkrong di kantin. Tak ayal, kehadiran pimpinan tertinggi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secara tibatiba itu mengagetkan para pegawai. Mereka pun tergesagesa kembali masuk ke ruangan kerja, setelah AY, sapaan karib Ade Yasin, sempat meneriaki para pegawai. “Hayu gawe (bahasa Sunda: ayo kerja, red),” teriaknya.

Setelah itu, politisi PPP tersebut menyempatkan berdialog dengan beberapa warga yang sudah mengantre sejak pagi. Mereka pun diminta bersabar dalam menerima pelayanan dari Disdukcapil. “Semoga bisa dilayani dengan cepat ya,” ujarnya.

AY pun menyayangkan para pegawai yang terbilang masih kurang disiplin dalam bekerja, apalagi dalam pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dia menilai disiplin para pegawai harus diperbaiki. Setelah apel, harusnya langsung ke meja kerja masing-masing, bukan malah ke kantin.

“Kalau mau kerja itu harus siap diri kita. Sudah sarapan, sudah mandi, sudah rapi. Sehingga tidak seperti ini, jangan sampai mengganggu pekerjaan karena belum sarapan. Ini harus diperbaiki. Ini pembelajaran lah untuk seluruh pegawai di Pemkab Bogor,” tegasnya kepada awak media usai sidak.

Belum lagi ketika disidak rupanya kondisi stok blanko KTPel sedang kosong dan masih harus menunggu dari pemerintah pusat. “Tapi meski begitu, pelayanan yang lain segera dipercepat,” pintanya.

Usai sidak di Disdukcapil, rombongan pun menyambangi kantor pelayanan lain, yakni kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan RSUD Cibinong. AY juga mencatat pelayanan di RSUD belum maksimal dan masih banyak kekurangan. Misalnya ruangan tunggu untuk pasien yang di depan dirasa belum nyaman karena hawa panas. Belum lagi antrean juga sudah penuh sejak pagi hari.

Ia menilai RSUD Cibinong juga masih kekurangan jumlah ruang rawat inap. Mengingat rumah sakit itu menjadi sentra di pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor. “Tidak nyaman karena AC-nya kecil. Harusnya merata ke tempat duduk. Itu juga terjadi di pelayanan lain. Padahal bagian rawat jalan misalnya, itu paling banyak pengunjungnya. Ada juga toilet yang rusak, itu harus segera diperbaiki,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tri Wahyu menuturkan, pengadaan AC tengah diupayakan. Sedangkan beberapa ruangan seperti pelayanan, laboratoriun dan rontgen, kondisi bangunan masih yang lama dan jarak lantai dengan plafon masih pendek sehingga agak panas. “IGD-nya sudah sejuk. AC akan diupayakan tahun ini,” tuntasnya. (ryn/c/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *