NANGGUNG – Beberapa pekan terakhir, petugas Polsek Nanggung yang melibatkan 40 personel gabungan menggelar operasi penertiban penambang emas ilegal (gurandil) berskala kecil di area penambangan PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor di aliran Sungai Ciguha Blok Ceker yang bermuara ke Sungai Cikaniki,
Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Petugas gabungan itu di antaranya Koramil, Satpol PP Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Tim Swakelola PT Antam Tbk UBPE Pongkor.

Dari hasil operasi itu, polisi menemukan tiga saung liar dan sembilan unit dudukan gulundung beserta alat lain yang merupakan milik pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).

Pihaknya juga langsung melakukan pembongkaran secara manual.
Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, menuturkan, operasi gabungan penertiban gurandil ini
dilakukan di beberapa titik yakni di sepanjang bantaran Sungai Blok Cekerhingga Sungai Cikaniki.

”Untuk sasaran operasi gabungan di antaranya pengolahan batu emas dengan media gulundung dan sang atau gubug liar milik PETI di sepanjang bantaran Sungai Ciguha Blok Ceker hingga sungai Cikaniki,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Nanggung, AKP Asep Saepudin, mengatakan, penertiban PETI dilakukan untuk pencegahan perusakan lingkungan atau pencemaran limbah yang mengalir
dan bermuara di Sungai Cikaniki.

”Belum ada yang diamankan, tapi sejumlah saung dan alat pengolahan gulundung itu sudah kami bongkar di tempat,” katanya.

Menurut dia, operasi ini akan terus dilakukan hingga bisa memastikan tak ada lagi penambang liar di wilayah tersebut.

”Tetap akan kita operasi terus, terutama gurandil di PT Antam, karena sangat merugikan masyarakat di bantaran Sungai Cikaniki,” pungkasnya. (kmg/b/suf/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here