METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya menyuguhkan pusat kuliner hasil relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang Jalan Suryakencana yang nyaman dan baik bagi penjual maupun pembelinya. Untuk itu, pemkot bakal merevitalisasi pusat kuliner tersebut dengan sumber pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR). Hal itu dikatakan Wali Kota Bogor, Bima Arya, usai meninjau lokasi pusat kuliner di gedung Plaza Bogor, kemarin.

Bima Arya meminta perangkat daerah mendata ulang PKL yang biasa berjualan di sepanjang trotoar Jalan Suryakencana dan bersedia berjualan dalam gedung Plaza Bogor. ”Data ini diperlukan untuk menampung PKL di Plaza Bogor Suryakencana yang akan dijadikan pusat kuliner yang lebih nyaman dan representatif. Untuk itu, saya minta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah bersama camat Bogor Tengah melakukan sosialisasi,” katanya.

Sejauh ini, sambung dia, Pemkot Bogor sedang mematangkan desain gedung yang akan dijadikan pusat kuliner. Pemkot Bogor juga akan menjajaki komunikasi dengan pedagang kuliner. “Untuk melaksanakan rencana itu, kami menggandeng pihak BJB cabang Bogor dan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lewat skema dana CSR,” ucapnya.

Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, jumlah PKL yang direlokasi tercatat ada 180 pedagang. Mereka sudah menempati lokasi tersebut sejak dimulai revitalisasi pedestrian Suryakencana. “Ini sebagai bentuk keseriusan wali kota Bogor bagi PKL agar menempati tempat yang benar-benar representatif, lebih enak dan nyaman,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Annas Rasmana.

Annas menambahkan, pihaknya bersama camat Bogor Tengah berencana melaksanakan sosialisasi tahap kedua pada Kamis (10/1) dengan mengundang pedagang, konsultan dan pihak terkait lainnya.(*/rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here