METROPOLITAN – Wali Kota Bogor, Bima Arya, menginstruksikan aparatur wilayah untuk mengidentifikasi titik-titik rawan di wilayahnya. Semua ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan.

”Saya minta dalam seminggu sudah ada laporan pemetaan titik-titik rawan di semua wilayah. Nanti akan kami tampilkan di ’command center’ Balai Kota Bogor dan itu saya minta segera diidentifikasi,” ungkap Bima saat rakor bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor di gedung Kemuninggading, kemarin.

Menurut dia, beberapa catatan bagi aparatur wilayah dalam menjaga dua hal paling berharga yang dimiliki Kota Bogor yakni keamanan dan kebersamaan. ”Saya juga minta camat dan lurah bisa memastikan fasilitas publik di wilayahnya berfungsi dengan baik. Masyarakat juga harus mengintensifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling),” tambahnya.

Memastikan hal itu, Bima bakal turun ke wilayah untuk mengecek keamanan. Selain itu, para lurah juga sudah diinstruksikan agar lebih mengefektifkan kelompok ibu dari 10 KK atau Dasawisma. ”Dalam waktu tiga bulan saya ingin dasawisma ini naik di atas 70 persen,” katanya.

Menurut Bima, dua hal itu sangat berharga. Yang tidak dimiliki kota lain adalah kebersamaan dan keamanan seperti di Kota Bogor. “Saya juga mengingatkan jelang Pilpres 2019 seluruh aparat bisa mengakselerasi kebersamaan dan keamanan. Yang terpenting, tingkatkan komunikasi dan koordinasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Hendri Fiuser, mengapresiasi aparat wilayah yang begitu peka saat terjadi peristiwa.

”Ini harus berjalan. Responsnya harus cepat. Bisa jadi kita menghirup udara biasa saja, kalau tidak dipelihara bisa jadi terasa sakit. Kami bersama-sama menjaga kamtibmas,” tukasnya. (ads/c/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here