SURABAYA – Dua tersangka mucikari Endang Suhartini (ES) alias mucikari Siska  dan Tantri membeberkan praktik bisnis esek-esek prostitusi.

Praktik bisnis esek-esek prostitusi itu yang mereka lakukan melibatkan 45 artis dan 100 model.

Mereka membeberkannya saat ditemui SURYA.co.id di ruangan Ditreskrimsus Polda Jatim, Kamis (10/1/2019).

Kedua mucikari prostitusi online terselubung itu menceritakan saat menggaet sederet wanita cantik, termasuk artis Ibu Kota hingga Selebgram.

Menurut pengakuan kedua mucikari artis itu, mereka tidak merekrut para artis dan Selebgram untuk bergabung.

Justru, mereka mengatakan para artis dan Selebgram lah yang menawarkan diri

“Tidak mengajak, ya, tetapi mereka (artis dan model) yang menawarkan diri,” ungkap Tantri.

Mucikari Siska mengaku bersama Tantri hanya sebagai penghubung antara para artis dan pengguna jasa.

“Ya mereka memang mau. Aku hanya sekedar penghubungn saja. Tidak lebih dari itu,” terang mucikari Siska.

Saat ditanya mengenai iming-iming, mereka kompak menjawab tidak ada iming-iming yang diberikan pada artis-artis tersebut.

Selain membeberkan fakta tersebut, para mucikari artis itu juga menuntut agar para artis yang terlibat untuk dikenakan pasal yang sama.

Hal itu juga seperti dilansir dari tayangan YouTube Breakingnews iNews TV, Kamis (10/1/2019) sore.

Para mucikari itu menyesalkan kejadian yang kini menimpanya lantaran dari awal hanya menolong Vanessa Angel.

Namun, setelah kejadian ini terungkap, Vanessa Angel dibebaskan, sementara mereka masih ditahan.

“Kita kan hanya perantara, hanya menolong teman, tapi kenapa kita yang ditahan seolah seperti mucikari,” ujarnya dalam wawancara tersebut.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan, kalau prostitusi online yang terungkap di Surabaya itu tak akan terjadi jika keduanya tak dimintai tolong.

“Kalau awalnya nggak ada kata tolong juga gak tidak akan terjadi seperti ini, kalau begini kami yang merasa dijebak,” katanya lagi.

Keduanya juga meminta agar pihak kepolisian bisa berlaku adil pada mereka dan Vanessa Angel.

Kesaksian dua mucikari yang terlibat kasus prostitusi online di Surabaya. (YouTube)

“Tolonglah datang ke sini, tolong teman kalian ini,” ujarnya sambil menangis.

Apalagi, kata dia, fee yang didapat dari prostitusi yang dilakukan Vanessa Angel, dirinya sebagai perantara hanya mendapat bagian kecil.

“Kurang lebih sekitar 10 persen aja,” ujarnya.

Mereka mendesak agar keduanya mendapat pasal yang sama seperti mereka.

Sebab, kata dia, tidak adil jika hanya mereka saja yang dihukum, sementara para artis bebas dari hukum.

“Kalau bisa sih sama-sama kena pasalnya aja ya, mungkin dia gak hanya menikmati uang yang ini, tapi uang yang lain juga, bisa jadi alasannya itu bohong,” jelasnya.

Apalagi, kini mereka juga tak terima jika dicap sebagai mucikari artis.

Menurut mereka, mereka hanya sebagai perantara yang bermaksud ingin menolong teman.

“Kita ini hubungannya hanya teman dengan dia ( Vanessa Angel), lalu minta tolong, eh niat menolong malah jadi seperti ini, malah dituduh jadi mucikari,” geramnya.

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa kebanyakan para artisnya sendiri yang meminta untuk dicarikan pelanggan.

“Ada beberapa yang sempat menawarkan diri, ada juga yang disuplai oleh agensi masing-masing,” jelasnya.

Kedua mucikari itu kemudian menjelaskan, seharusnya Vanessa Angel dan FA juga diproses secara hukum seperti mereka berdua.

Ia juga tak segan mengungkap kalau artis Vanessa Angel sering melakukan prostitusi online ini.

Vanessa Angel lah yang Minta Tolong di Kasus Prostitusi Online

“Harus tetap ditelusuri, kalau memang dia sering ambil job di luaran sana, ya job ini ( prostitusi online),” tegasnya.

Ia juga membantah pernyataan Vanessa Angel yang menyebut kalau dirinya dijebak.

Sebab kata dia, jika Vanessa Angel dijebak, mungkin dirinya tidak akan ada di sini.

“Ya mungkin keadaan yang bisa jadi dia seperti ini. Kalau bisa jangan suka berbohong dan jangan menjerumuskan orang demi kepentingan pribadi. Oknum lain tolong ditelusuri,” harapnya.

Sumber: tribunnews

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here