METROPOLITAN – Kecelakaan maut motor dan dump truck di Jalan Raya Sundawenang, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (10/1), menyisakan banyak cerita. Ada beda versi kronologis antara saksi mata dan sopir dump truck terkait kecelakaan yang menewaskan pengendara motor dan melukai istrinya yang dibonceng.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06:30 WIB itu menyebabkan Tri Sundara, pengendara motor, tewas di lokasi kejadian dengan kepala hancur tergilas ban belakang dump truck. Sementara istrinya, Oke Nurventi, mengalami luka berat. Kaki kanannya patah hingga langsung dievakusi warga ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Menurut dua saksi mata, motor korban B 6871 ZHD dan dump truck B 9667 KYV datang dari arah yang sama, yaitu Sukabumi menuju Bogor. “Motor mau nyalip truk, itu stangnya kena bagian belakang truk lalu jatuh dan terlindas,” jelas Ruslan, satpam peternakan Wonokoyo. Lokasi kecelakaan itu memang tepat tak jauh dari gerbang peternakan Wonokoyo.

Hal sama juga diungkapkan Dani, warga Kampung Pangadegan, RT 19/20, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, yang mengaku melihat kejadian tersebut.

“Motor mau nyalip truk itu, kayaknya ngait belakang truk, jatuh. Yang perempuan jatuh ke belakang, yang pengendara motor masuk ke depan ban truk langsung kegilas kepalanya,” jelas Dani.

Cerita dua saksi mata itu berbeda dengan kesaksian Roidon S, sopir dump truck. Menurut Roidon, saat itu motor datang dari arah berlawanan, yaitu dari arah Bogor menuju Sukabumi.

“Motor itu datang dari depan mau nyalip colt diesel. Kesenggol sama colt diesel, jatuh ke kanan, masuk kolong mobil saya,” ungkap pria warga Jakarta yang rencananya hendak pulang ke kawasan Tanjung Priok.

Keterangan sopir ini sama dengan dugaan keluarga korban. Rama, adik korban Oke Nurventi, saat mendatangi RSUD Sekarwangi mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi saat kakak bersama suaminya hendak pulang ke Sukabumi dari Jakarta.

“Kakak ke Jakarta untuk menjenguk suaminya. Rencananya pagi ini sudah kembali ke Sukabumi bersama suaminya. Kayaknya mereka berangkat pagi dari Jakarta hendak pulang ke rumah kami di Cisaat. Sekarang kakak dan suaminya tinggal di Cisaat, bukan di Ciaul seperti alamat KTP,” ungkap Rama.

Kasus kecelakaan maut ini masih ditangani Unit Laka Lantas Polres Sukabumi. Saat ini sopir dump truck, Roidon S, masih menjalani pemeriksaan.

“Jadi kronologis sebenarnya motor yang dikendarai korban itu bukan dari arah Sukabumi seperti diungkapkan banyak saksi mata di lokasi, tapi motor korban itu dari arah Bogor. Mungkin karena kondisi lalu lintas saat kejadian memang padat, jadi tidak terlalu jelas dari sudut pandang para saksi,” jelas Iptu Nandang Kanit Laka Lantas Polres Sukabumi.

Nandang menambahkan, saat itu motor yang dikendarai korban mencoba menyusul kendaraan di depannya, dengan truk berada di posisi jalan tikungan ke kanan. “Karena tidak cukup ruang, motor jatuh tergelincir ke kanan dan dari depan datang dump truck. Dump truck ini sudah berusaha menghindari ke kiri. Karena jarak sudah terlalu dekat, korban pengendara jatuh dan masuk ke kolong hingga tergilas ban belakang kanan. Sementara perempuan yang dibonceng selamat namun luka berat karena terpental jauh ke belakang dump truck,” sambung Nandang.

Dump truck yang menggilas korban baru berhenti setelah menabrak atap bangunan yang ada dikiri jalan. “Ada bengkel yang rusak bagian depan atasnya karena disenggol dump truk itu,” pungkasnya.

(kng/ade/ hep/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here