METROPOLITAN – Membangun usaha tanpa modal? Rupanya ini berhasil dilakukan dara muda bernama lengkap Youlanda Nurul Iyazha. Dengan memanfaatkan barang bekas, wanita yang akrab disapa Iyung ini sukses menyulap pakaian bekas di lemarinya jadi produk baru bernilai jual. Seperti apa ya?

Usia muda bukan halangan bagi Iyung memulai bisnis serius. Berawal dari keinginannya menciptakan nuansa baru pada pakaian koleksi pribadi, Iyung berhasil melakukan eksperimennya dengan sempurna.

Lewat cat dan pakain bekas yang ada di lemarin, Iyung menyulap pakaian lawasnya jadi seolah tampak baru.

Ia menjadikan pakaian bekas layaknya kanvas untuk mengekspresikan kreatifitasnya. Berbagai warna dari cat yang ia miliki membentuk cipratan dan goresan abstrak yang ternyata menarik perhatian teman-temannya.

”Awal itu malah nggak kepikiran jualan, baju polosan (kaos) kan bosen ya dipakai itu-itu lagi. Jadi kaos sama kupluk yang ada di lemari itu dicoretcoret pakai cat minyak. Tapi jadinya malah bagus, pas dipakai dan anakanak (teman-teman) lihat mereka pada tertarik dan pelan pelan mulai ada permintaan,” jelas dia.

Perlahan, pemesanan hanya datang satu sampai dua. Hingga akhirnya pada 2013 Iyung mulai serius menggarap bisnis fashion miliknya. Namun, Di tahun 2013 Iyung tidak langsung memulai bisnis kaos lukis abstrak karena permintaan kupluk lebih tinggi dibandingkan kaos.

”Awalnya kaos abstrak itu sudah ada tapi pesanannya nggak sebanyak kupluk sama topi. Kebetulan kan Papa bisa jahit dan bordir jadi awalnya dari situ, dari sana terkumpul modal Rp 15 juta, meski sebagian masih ditambahin dari orang tua. Saya mulai bisnis kaos, tas sampai topi yang dilukis abstrak,” kata dia.

Iyung mengaku konsep warna abstrak berupa cipratan dan gradasi warna yang begitu hidup dan unik ini terinspirasi dari Band Indie Rock asal Inggris yaitu Stone and Roses. Dalam cover albumnya Stone and Roses, tampak latar belakang menggunakan cipratan-cipratan cat yang konsepnya sama dengan warna-warna yang diaplikasi pada pakaian hasil kreasinya.

”Dari dulu memang suka Stone and Roses, jadi pengin saja gambar konsep itu ke nuansa yang lain. Kalau mereka kan mencolok banget ya sama warna kuning, biru muda. Kalau Youzha cipratannya lebih kalem,” kata dia.

Pemasarannya pun kini sudah sampai Jerman dan Amerika, namun saat ini Perempuan Lulusan SMA 9 Bandung ini hanya akan fokus untuk menggarap pasar dalam negeri.

Ia mengaku kunci dari kesuksesan dan kelancara usahanya yaitu ia begitu menyukai seni. Berekspresi melalui gambar dan karya yang ia ciptakan dalam setiap karya terbarunya.

”Pokonya lakukan apa yang disukain. Buat sesuatu yang nyata dari apa yang kamu sukai. Jangan terpaksa,” tandasnya. (de/feb)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here