Tes Masuk PTN Dipatok Rp200 Ribu

by -

METROPOLITAN – Bagi Anda yang ingin melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), ada aturan baru yang wajib diketahui. Sebab, sistem penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN tahun ini akan sangat berbeda dari sebelumnya. Yakni adanya syarat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan tarif Rp200 ribu. Hasilnya nanti akan dipakai sebagai bekal mendaftar di universitas tujuan.

Menristekdikti M Nasir mengatakan, dengan sistem tersebut calon mahasiswa akan mengikuti UTBK terlebih dahulu kemudian dalam rentang sepuluh hari akan keluar nilai dan nilai itulah yang digunakan untuk mendaftar ke universitas. ”Sekarang mereka tes dulu, terus dapat nilai, baru mendaftar ke PTN yang diinginkan. Sistem skorsing, tes potensial skolastik dan tes kompetensi akademik,” jelasnya usai peluncuran Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Sementara Ketua LTMPT Ravik Karsidi menjelaskan, UTBK tidak hanya digelar sehari, melainkan sepuluh hari dengan dua sesi setiap harinya. Sehingga peserta bisa menyesuaikan hari apa yang akan dipilih untuk ujian.

”Untuk SNMPTN tetap dengan basis rapor semester satu sampai lima, sedangkan SBMPTN yang berubah sama sekali, anak punya kesempatan dua kali UTBK. Ini berubah total,” kata Karsidi. ”Ini diselenggarakan sepuluh hari atau totalnya 20 sesi, jadi bisa menyesuaikan waktu,” imbuhnya.

Penyelenggaraan UTBK ada di 74 univeritas yang memenuhi syarat dan siap melaksanakan. Jadwal tes bisa dilihat melalui website http://halo.ltmpt.ac.id yang juga diresmikan hari ini oleh Menristek.

”Materi soal kami persiapkan sendiri, kami punya tim profesional dari dosen yang berpengalaman dan mendengarkan dari guru-guru SMA,” terang Karsidi. Ia juga memastikan bila peserta SBMPTN dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK. “Pendaftrannya Rp200.000 pada setiap tes,” terangnya. Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas Institut Pertanian Bogor (IPB) Yatri Indah Kusumastuti mengatakan, kuota IPB untuk SNMPTN dan SBMPTN minimal 40 persen, sedangkan jalur mandiri maksimal 20 persen. Mengenai persiapan, untuk SNMPTN pihaknya sudah menyiapkan diri lebih awal, karena waktu yang tersedia lebih pendek dibandingkan tahun lalu.

“Untuk SBMPTN, saat ini sedang dilakukan penyiapan Peraks (Peringkat Akademik Sekolah, red),” katanya ketika dihubungi Metropolitan, kemarin (4/1) malam. Ia menambahkan, untuk range nilai UTBK, akan ditetapkan melihat sebaran nilai UTBK pendaftar. Sehingga tidak bisa ditetapkan sekarang. Akan ada perbedaan range antar-program studi (prodi), sehingga di IPB akan ada range yang berbedabeda.

IPB juga dipercaya LTMPT untuk menjadi penyelenggara tes UTBK. Untuk tahun ini, tes UTBK akan dilaksanakan di mitra-mitra sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Bekasi. “Mitra sekolah yakni sekolah-sekolah yang pernah punya pengalaman UN berbasis komputer atau menjadi lokasi tes lainnya yang berbasis komputer,” ucapnya.

Proses penerimaan sendiri, sambungnya, untuk SNMPTN dan SBMPTN kami tentu mengikuti jadwal dari panitia pusat, yakni peluncuran pada 4 Januari, pengisian dan verifikasi PDSS pada 4-25 Januari. Lalu pendaftaran SNMPTN pada 4-14 Februari 2019, terakhir pengumuman hasil SNMPTN pada 23 Maret 2019 pukul 15:00 WIB. “Kalau jumlahnya total yang diterima sekitar 3.800 mahasiswa baru,” terangnya. (ryn/c/de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *