METROPOLITAN – Sedikit demi sedikit, keterangan muncikari membuka tabir prostitusi online yang menyeret nama Vanessa Angel. Selain didasari keinginan dicarikan pelanggan, bukti transfer 15 kali menegaskan bahwa artis FTV itu memang sudah terlibat lama dalam praktik asusila. Bahkan, Vanessa disebut-sebut sudah jadi langganan bos galian, Rian, asal Lumajang.

Dua muncikari yang ditangkap Polda Jawa Timur (Jatim), Endang Suhartini (Siska) dan Tentri Novanto, blakblakan soal bisnis yang dijalaninya. Mereka memiliki dua jaringan berbeda. Siska spesialisasi menawarkan jasa prostitusi artis, sedangkan Tentri spesialisasi menawarkan model dan selebgram. Saat polisi menyelidiki rekam jejak digital keduanya, ditemukan fakta baru bahwa Vanessa telah mendapatkan 15 kali transferan gaji dari layanan prostitusi online yang dilakoninya.

Banyaknya bukti transfer itu menegaskan bahwa mantan tunangan cucu Sang Proklamator, Didi Mahardika, itu beberapa kali menerima order dari bisnis tersebut. Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyebut order untuk Vanessa dikelola Siska. Vanessa sendiri diketahui telah bergabung dalam jaringan itu sejak 2017.

Yusep mengaku pihaknya juga telah melihat dari data rekening koran para muncikari. Dari data tersebut diketahui ada sekitar 15 transaksi pembayaran gaji dari ES kepada Vanessa. Transaksi itu didapat selama satu tahun mulai dari 1 Januari 2018 hingga 5 Januari 2019. ”Untuk sementara, data yang kita tarik per 2017. Namun dari transaksi rekening yang kami dapat, rekening koran, untuk inisial VA ini telah mendapat kiriman sebanyak 15 kali menerima transfer dari muncikari ES,” paparnya.

Tak hanya itu, Vanessa juga disebut sempat mentransfer sejumlah uang ke rekening ES. Dari data transaksi itu terlihat bahwa Vanessa pernah delapan kali mengirim uang ke muncikari berusia 37 tahun tersebut. ”Dia juga mentransfer ke muncikari ES sebanyak delapan kali. Ini yang akan kita dalami,” katanya.

Yusep juga sedang menelusuri konten komunikasi dari Vanessa kepada muncikari, termasuk transaksi dan besaran tarif yang ditetapkan Vanessa. Dari hasilnya dapat diketahui apakah artis berusia 27 tahun itu hanya memberi layanan prostitusi kepada pelanggan ataukah juga menawarkan jasa artis lain untuk mendapatkan keuntungan. ”Konten komunikasinya maupun terkait konten komunikasi transaksi, terkait dengan harga maupun transfer dari pada konten gambar dan video,” lanjut Yusep.

Namun hingga kini Yusep memastikan pihaknya belum menaikkan status Vanessa yang saat ini masih sebagai saksi. ”Untuk data sementara, kami tidak dapat memberi informasi karena kami harus didukung data-data yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila yang dijadwalkan harus mendatangi Mapolda Jatim untuk wajib lapor hari ini (10/1), malah tak kelihatan batang hidungnya. Frans Barung Mangera mengatakan, Avriellia telah meminta izin tak bisa datang karena menjenguk adiknya yang sakit keras. ”Pemanggilan hari ini adiknya lagi sakit keras. Kita harus menghargai seseorang yang sudah izin untuk menjenguk adiknya. Itu Avriellia Shaqqila,” imbuhnya.

Sementara Vanessa Angel, tutur Barung, beberapa hari lalu telah menyerahkan sejumlah barang bukti tambahan seperti handphone dan uang hasil ker janya sebesar Rp35 juta. ”Kalau VA sudah kemarin menyerahkan bukti yang ada dari hasil yang terjadi ke ES. Itu yang terakhir. Tetapi saat kita buka rekam digital forensik, wah itu bukan satu dua kali,” terangnya.

Hal itu, lanjut Barung, berarti Vanessa sudah tak bisa menampik lagi soal keterlibatannya dalam bisnis ini. Sebab dari rekam digital forensik itu juga ada data yang menyebut ke hotel mana saja Vanessa pergi hingga transaksi yang dilakukannya. ”Hasil pemeriksaan digital forensik yang ada bahwa apa yang disampaikan VA kemarin itu terbantah sangat. Ada tempat yang dituju, hotel misalnya. Ada transaksinya hari itu yang kita record. Ada aliran dananya dari satu rekening saja sudah disampaikan ada Rp2,8 miliar,” bebernya.

SISTEM BOOKING Polisi terus melakukan penelusuran untuk mengungkap prostitusi online ketika muncikari beraksi menawarkan artis-artisnya kepada pelanggan atau user. Penelusuran dilakukan melalui laboratorium forensik. Urusan menawarkan jasa ke pelanggan menjadi tugas utama muncikari. Biasanya menawarkan nama artis dengan inisial tertentu. Misalnya dalam kasus Vanessa Angel, muncikari yang menawarkan jasanya memberikan nama Vanessa kepada calon user.

Sebelum ditawarkan, muncikari telah menyiapkan data berupa nama-nama artis yang dapat memberikan jasa. Kemudian muncikari tinggal menawarkannya saja ke user. ”Artinya bahwa muncikari telah menyiapkan data-data apabila ada permintaan dari user. Jadi munculnya nama VA bukan permintaan user melihat dari konten pembicaraan digital, di chatting WhatsApp tersebut,” jelas Yusep.

Setelah namanya disetujui, calon user membayar DP atau uang muka sebesar 30 persen kepada muncikari. Hal itu pernah diutarakan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Barulah setelah bertatap muka, user harus melunasi tarif prostitusi artis. ”Pembayaran uang muka 30 persen juga digital. Setelah itu ketemu, sisanya,” sebut Luki. (dtk/met/els/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here