Warga Sukamaju Girang Kedatangan Disdukcapil

by -0 views

METROPOLITAN – Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tampaknya tidak bisa lagi menutupi kegirangannya saat didatangi pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, kehadiran pegawai Disdukcapil ini bertujuan sebagai pelayanan jemput bola dalam memberi pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk).

“Warga di sana cukup antusias sehingga yang kerja di luar kota memaksakan pulang dahulu hanya untuk membuat KTP-el dan mereka rela mengantre hingga pukul sepuluh malam,” kata petugas Lapangan Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Nasrudin.

Sementara tokoh masyarakat Desa Sukamaju, Solahudin AlAyubi (Oboy), mengatakan bahwa permohonan pembuatan KTP-el di desanya ditargetkan hingga sebanyak 1.200 orang. Untuk itu, ia menyambut baik aksi jemput bola yang dilakukan pihak Disdukcapil. “Alhamdulillah dari 1.200, yang sudah perekaman KTP-el d613. Sisanya dilakukan secara bertahap,” kata lelaki yang akrab disapa Oboy.

Sekadar diketahui, Dsidukcapil Kabupaten Sukabumi mencatat sekitar seratus desa lebih telah dilakukan pelayanan langsung kepada masyarakat dengan jemput bola. Hal tersebut dilakukan dalam melaksanakan program nasional percepatan perekaman meski belum bisa dicetak karena adanya keterbatasan blanko.

“Sampai 2019 di kepemimpinan Pak Sopyan Efendi, sekitar seratusan lebih desa yang ada di Kabupaten Sukabumi telah terlayani dengan pelayanan jemput bola ke pada masyarakat langsung,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Yayah Dewi Homsiah.

Hal tersebut dilakukan banyak masyarakat yang belum memiliki dokumen Adminduk, letak geografisnya yang jauh sehingga Disdukcapil menurunkan tim dalam memberi pelayanan kepada masyarakat dan merupakan gerakan Indonesia sadar Adminduk. “Bisa sadar kepemilikan administrasi kependudukan,” ungkapnya.

Selain jemput bola, Disdukcapil juga memiliki beberapa inovasi dalam peningkatan pelayanan, seperti adanya mobil pelayanan keliling dan Sabarakyat Desa. “Kendala yang ada hanya di masalah jaringan saja,” jelasnya.

“Alhamdulillah dengan program jemput bola ini masyarakat sangat antusias sekali. Bahkan saat pelaksanaan, ada banyak warga yang rela antre hingga pukul sepuluh malam untuk mendapatkan dokumen Adminduk-nya,” tambahnya. (hep/ade/rez/run)