METROPOLITAN – Demi meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi meningkatkan status pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Peningkatan status tersebut merupakan langkah menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sekretaris Komisi IV Asep Haryanto mengatakan, puskesmas yang nantinya ditetapkan sebagai BLUD akan mendapatkan banyak prioritas. “Sedikitnya ada 15 puskesmas yang rencananya akan berubah menjadi BLUD. Namun sebelumnya, ke-15 puskesmas tersebut harus lolos akreditasi supaya bisa memberi pelayanan medis dan merujuk ke RSUD bertipe B, seperti Puskesmas Kecamatan Nagrak yang sudah diakreditasi,” kata Asep saat ditemui usai musrenbang di aula kantor Kecamatan Cibadak, Rabu (13/2).

Menurut politisi Partai Golkar itu, puskesmas yang nanti ditetapkan sebagai BLUD akan mendapatkan banyak prioritas seperti misalnya kemudahan dalam mengatur tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) serta manajemen keuangan tersendiri.

Kekhususan lain, puskesmas akan dilakukan berbagai perbaikan layanan dan fasilitas. Sebab dalam menghadapi MEA diperlukan daya saing tinggi serta tempat layanan kesehatan yang lebih berkualitas.

Bahkan, puskesmas berstatus BLUD nanti dituntut tidak saja menjalankan fungsinya di bidang pelayanan medis, tetapi juga didorong berkreasi membuat program unggulan yang disesuaikan karakteristik wilayahnya.

Namun, lanjut Asep, untuk peningkatan status puskesmas menjadi BLUD ada beberapa variabel yang harus dipenuhi. Sayangnya, ia tidak menjelaskan variabel apa yang harus dipenuhi agar puskesmas bisa berubah menjadi BLUD. Asep berharap puskesmas bisa memberi pelayanan medis dan rujukan ke rumah sakit Tipe B yaitu RSUD Sekarwangi. (ade/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here