METROPO­LITAN – Ko­misi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ma­sih banyak calon anggota legislatif (Ca­leg) yang eng­gan membuka indentitas pri­badinya ke publik. Saat ini masih ada sekitar 2.049 dari 8.037 caleg yang belum membuka data dirinya. ”KPU mencatat mereka tidak membuka profil atau data pribadinya. Termasuk mengenai tidak mengisi pernah menjadi ter­pidana,” ujar Ilham.

Meski begitu, kata , caleg berhak merahasiakan identitas pribadinya. Sehingga KPU tidak bisa memaksa caleg untuk mengi­si data pribadinya. Karena Ilham menduga, caleg juga memiliki privasi. Sehingga dia memilih untuk tidak mengisi data diri. ”Karena saat ini dijamin UU ba­hwa mereka juga punya hak un­tuk tidak dipublish. Jadi bukan keinginan KPU untuk membuka info ini,” katanya.

Ilham juga menjelaskan, KPU tidak memiliki niat apa-apa dalam mengumumkan data pribadi ca­leg, karena masih banyak caleg yang tidak mencantumkan iden­titas pribadinya. Karena KPU sifatnya hanya menyampaikan informasi kepada publik. ”Biar masyarakat yang menilai caleg yang menutup aksesnya apakah layak untuk dipilih atau tidak,” pungkas Ilham.

Sementara itu, informasi yang dibutuhkan antara lain jenis ke­lamin, usia, riwayat pendidikan, riwayat organisasi, riwayat pe­kerjaan, status khusus, (terpi­dana/mantan terpidana/bukan mantan terpidana), motivasi (yang berisi hal-hal yang melatarbela­kangi calon untuk mengajukan diri sebagai bakal calon) dan target/sasaran (yang berisi con­toh hal-hal yang akan dikerjakan ketika telah menjadi anggota DPR/ DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/ Kota). (lip/els)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here