METROPOLITAN –  Seameo Biotrop bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan workshop bertemakan ’Pengembangan Industri Rumput Laut di Sulawesi Tengah’ di Kampus Seameo, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Workshop yang diikuti 39 peserta ini berasal dari institusi pemerintah, perguruan tinggi serta industri swasta. Semuanya bergerak dibidang budidaya dan pengolahan rumput Iaut di Su­lawesi Tengah di buka oleh Ke­pala Dinas Kelautan dan Peri­kanan Provinsi Sulawesi Tengah, Hassanuddin Atjo.

Direktur Seameo Biotrop, Ir­dika Mansur menyampaikan, sejak 2010, Seameo Biotrop telah melakukan penelitian dalam penyediaan bibit unggul rumput laut teknik kultur jaringan. Pe­nelitian tersebut, telah mengha­silkan prosedur kultur jaringan yang sangat potensial digunakan untuk produksi bibit unggul rumput laut dalam skala banyak. Dari hasil uji multilokasi pada tahun 2013, bibit rumput laut kultur jaringan memiliki keung­gulan dimana pertumbuhan lebih cepat dan kandungan ka­raginan yang lebih baik diban­dingkan bibit konvensional.

”Hingga saat ini bibit rumput laut kultur jaringan telah terse­bar di 20 provinsi di Indonesia. Akan tetapi program tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan bibit rumput laut kultur jaringan untuk seluruh masyarakat pembudidaya In­donesia yang sangat tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pro­vinsi Sulawesi Tengah, Hassan­uddin Atjo menambahkan ko­laborasi yang dapat dilakukan dengan Seameo Biotrop adalah penerapan teknologl kultur ja­ringan demi mengembangkan potensi rumput laut yang ada di Sulawesi Tengah maupun ka­wasan sekitarnya.

“Indonesia memiliki banyak provinsi yang memiliki garis pantai yang panjang untuk bu­didaya rumput laut, salah satu­nya adalah Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan angka pro­duksi sebesar 1.197.481 ton pada tahun 2014, menempatkan Sulawesi Tengah menjadi pro­dusen rumput laut terbesar ke­tiga di Indonesia setelah Su­lawesi Selatan dan Nusa Teng­gara Timur (KKP, 2015),”ung­kapnya

Pada kesempatan itu dilaks­anakan penandatangan empat naskah kerjasama dalam peng­embangan teknologi kultur ja­ringan untuk menghasilkan bibit rumput laut kotani, peng­embangan sumberdaya manu­sia di bidang pertanian, peterna­kan, perikanan, kehutanan, perencanaan dan pengembangan wilayah dan masyarakat di Su­lawesi Tengah. (ads/b/yok)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here