62 Persen Anggaran Pendidikan Dibagi ke Daerah

by -

METROPOLITAN– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengungkapkan, alokasi anggaran fungsi pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak Rp492,5 triliun. Jumlah itu telah sesuai amanat konstitusi. Sebagian besar anggaran fungsi pendidikan tersebut dialokasikan untuk transfer ke daerah.

“Terbesar dalam bentuk transfer daerah 62,62 persen. Sebenarnya anggaran fungsi pendidikan itu terdapat di pemerintah daerah, yaitu di provinsi, kabupaten dan kota,” terangnya. Selain Kemendikbud, Kemenristekdikti dan Kementerian Agama, terdapat beberapa kementerian dan lembaga lain yang mendapatkan alokasi anggaran fungsi pendidikan dengan total Rp25,6 triliun. Sedangkan Kemendikbud sendiri mendapatkan alokasi Rp35,9 triliun atau 7,31 persen.

Pemerintah saat ini fokus pada tiga tantangan pendidikan yaitu peningkatan akses, kualitas serta penyediaan serta perbaikan infrastruktur pendidikan nasional. Pemerintah pun berupaya mengurangi ketimpangan yang terjadi pada sektor pendidikan melalui kebijakan zonasi. “Zonasi merupakan strategi jangka panjang untuk percepatan pendidikan berkualitas.

Kami memiliki problem yaitu ketidakmerataan, terutama dari kualitas pendidikan. Ketimpangannya cukup tinggi,” tuturnya. Beberapa program yang menjadi prioritas, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP) yang telah membantu lebih dari 17,9 juta siswa dari keluarga tidak mampu untuk dapat terus belajar.

Menurut Muhadjir, PIP telah diintegrasikan dengan program Bidikmisi pada Kemenristekdikti. Hal itu untuk meningkatkan kesempatan bagi siswa berpotensi dari keluarga tidak mampu agar dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

(jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *