METROPOLITAN – Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan, pada penghujung tahun ini ada sekitar tujuh perusahaan yang akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Diperkirakan terdapat sekitar 7.000 sampai 8.000 pekerja yang terancam di-PHK.

”Di ujung tahun ini ada tujuh perusahaan yang mem-PHK di angka 7.000 sampai 8.000 pekerja,” kata Marwan usai menerima audiensi dengan perwakilan buruh di Pendopo Sukabumi.

Marwan menuturkan, selama ini ada komunikasi yang tidak nyambung antara para pihak yang terkait ketenagakerjaan. Pihaknya akan berkomunikasi dengan para pemilik perusahaan untuk menemukan titik temu permasalahan ketenagakerjaan. ”Kita berharap bahwa manajemen bisa berjalan lagi untuk mengantisipasi,” tutur Marwan.

Marwan menambahkan, salah satu yang menjadi penyebab masalah ketenagakerjaan adalah hambatan komunikasi. Ia berharap hal tersebut tidak terulang. ”Kami memberikan langkah, kalau ada pemasalahan bisa dikomunikasikan kepada kita,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Marwan, Pemkab Sukabumi masih terbuka dengan penanaman investasi padat karya. Namun dengan catatan harus mempekerjakan laki-laki. Pihaknya juga akan terus mendorong peningkatan investasi padat modal.

”Selama regulasi upah itu berjalan terus, ya pasti mereka investasi itu akan mencari upah minimum yag paling rendah. Kalau Sukabumi kesejahteraannya naik, upah akan naik, ini kita sulit membendung. Data statistik yang dipakai acuan untuk upah minimum, mereka bukan nuntun upah sektoral. Ini sudah kita sampaikan,” pungkas Marwan. (au/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here