AY Ingin BPTJ Komitmen Kesepakatan

by -1 views

METROPOLITAN – Menga­tasi kemacetan di jalur perbata­san Parungpanjang-Gunungs­indur-Rumpin, nyatanya bukan perkara mudah. Uji coba jam tayang operasional truk angku­tan tambang yang dikomandoi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) rupanya dikeluhkan Bupati Bogor, Ade Yasin. Sebab, pada uji coba minggu kedua, 5-11 Februari, BPTJ menambahkan poin truk tambang boleh melintas tanpa menaati aturan uji coba jam tayang yakni pukul 20:00 hingga 04:00 WIB.

Hal tersebut membuat bupati berang, karena menganggap BPTJ tidak mengikuti kesepaka­tan awal. Walaupun BPTJ meng­klaim truk tanpa muatan diuji­cobakan boleh melintas tanpa ikut aturan jam tayang berlaku hanya pada minggu kedua uji coba, dengan maksud mencoba semua skenario di lapangan. Termasuk memperbolehkan truk tambang tanpa muatan melintas 24 jam. Ade Yasin pun bakal ‘melawan’ jika nantinya kebija­kan itu dipermanenkan dalam aturan.

“Kami komplain soal truk ko­song boleh masuk. Surat kebe­ratan dari kami sedang diproses untuk dikirim ke sana (BPTJ, red) bahwa tidak ada truk yang masuk sama sekali di siang hari. Karena itu ya sama saja menimbulkan kemacetan,” katanya saat ditemui Metropolitan di Pendopo Bu­pati, Cibinong, kemarin.

Surat keberatan itu, sambung AY, mulai diproses sejak uji coba minggu kedua, di mana kebija­kan truk tanpa muatan boleh melintas tanpa ikut aturan jam tayang. Hingga kini belum ada jadwal pertemuan dengan BPTJ soal keluhan tersebut. Namun sudah ada wacana pertemuan terkait keberatan dari Kabupaten Bogor soal poin tambahan uji coba di minggu kedua. “Sudah saya perintahkan Pak Sekda buat surat itu. Sedang proses untuk kami sampaikan,” tegasnya.

AY tak menampik jika nanti­nya saat pelaksanaan di la­pangan, masih ada truk tanpa muatan melintas tanpa mengik­uti uji coba jam tayang, meski­pun sudah tidak boleh lagi di sisa masa uji coba dua minggu ke depan. Adik kandung man­tan Bupati Bogor Rachmat Yasin itu langsung menginstruk­sikan jajaran Dinas Perhu­bungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk terus memantau dan melaporkan jika ada yang tidak sesuai kesepakatan.

“Yang penting kita jaga kon­dusivitas ya. Minimal tidak ter­lalu mengganggu masyarakat. Diatur saja (oleh dishub). Sebe­lum ada tanggapan dari surat keberatan kami, belum bisa terlalu masuk,” paparnya.

Menanggapi keluhan orang nomor satu Bumi Tegar Beriman itu, Ke­pala BPTJ, Bambang Pri­hartono, mengaku bakal mengevaluasi semua yang terjadi selama masa uji coba jam tayang. “Siap kami evaluasi. Nanti saya coba cek (surat keberatan bupati, red) itu,” ucapnya.

Pria berkacamata itu menam­bahkan, kebijakan truk tambang tanpa muatan alias kosong melintasi jalan perbatasan tanpa ikut aturan jam tayang merupakan bagian dari semua skenario yang harus dicoba agar men­ghasilkan data-data lengkap saat evalu­asi nanti. “Itu ber­laku hanya minggu lalu. Mulai minggu ini sudah tidak boleh lagi (melintas), karena semua skenario harus kami coba agar ada data-datanya,” ujarnya.

Sehingga, kata Bambang, tar­get evaluasi tetap pada kesepa­katan awal, yakni satu bulan setelah uji coba. Meskipun ada keberatan dari bupati soal kese­pakatan yang sudah ada. “Uji coba kan satu bulan, kita tunggu itu,” terangnya. Walau begitu, ia beserta jajarannya segera mela­kukan pertemuan dengan bu­pati Bogor untuk membahas progres uji coba jam tayang itu. Termasuk membahas keberatan yang mengemuka serta solusi menanggapi itu. “Nanti kami menghadap Bu Bupati (soal ke­beratannya, red),” tuntasnya. (ryn/c/yok/py)