Balita Tewas Disiksa Kekasih Ibunya

by -9 views

JAKARTA – Seorang balita yang belum genap berusia tiga tahun tewas dianiaya kekasih ibunya di kediamannya yang berada di kawasan Flamboyan blok 6, Medan, Sumatera Utara.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Batam, Jumat (22/2/2019), pelaku penganiayaan diketahui bernama Andre Riva Kastini alias Tupon (21).

Sementara ibu dari balita yang tewas tersebut bernama Siti Margaret (24).

Kejadian tersebut terjadi saat sang ibu tengah pergi bekerja.

Margaret diketahui bekerja di sebuah rumah makan setempat.

Margaret yang saat itu pergi bekerja kemudian menitipkan putranya kepada sang kekasih, Andre.

Sementara satu anak lainnya yang masih berusia satu tahun dititipkan kepada pengasuhnya.

Andre ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap oleh petugas berwajib setelah timbul sejumlah kecurigaan terkait kondisi jenazah balita bernama M Rizki yang tampak tidak wajar.

Setelah pihak kepolisian melakukan sejumlah pemeriksaan, maka hasil yang didapatkan benar bahwa Rizki telah mengalami sejumlah tindak kekerasan sebelum meninggal dunia.

Dan kekerasan tersebut didapat dari aksi pacar ibunya, Andre.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yunita Stefani saat ditemui, pada Jumat (22/2/2019).

Andre ditangkap saat hendak menyusul Rizki ke rumah sakit.

“Awalnya kita curiga dan mengamankan pelaku. Dari hasil pemeriksaan ternyata benar kalau dia adalah pelakunya,” kata Yunita.

Motif Andre menghabisi nyawa anak kekasihnya tersebut lantaran tak tahan dengan tangisan korban yang tak kunjung berhenti.

Andre yang geram mendengar suara tangisan terus menerus kemudian melakukan tindak kekerasan dengan harapan agar tangisan bocah tersebut dapat berhenti.

“Karena nangis terus, makanya dipukul dan anak itu meninggal,” ungkapnya.

Sementara itu menurut keterangan Andre, ia dan kekasihnya telah tinggal bersama atau kumpul kebo sejak lima bulan yang lalu.

Terkait tewasnya anak kekasihnya itu, Andre mengaku pada awalnya merasa kesal lantaran Rizki saat itu tak berhenti menangis dan banyak berulah.

Karena kesal, kemudian Andre melayangkan pukulan kepada balita itu.

Pukulan itu ia arahkan tepat pada bagian punggung Rizki.

Tak seperti yang dia inginkan, justru setelah dipukul Rizki malah menangis semakin kencang.

Itulah yang membuat Andre semakin kesal dan amarahnya memuncak dan terus menganiayanya hingga Rizki tak bergerak.

Tak menaruh curiga, Andre memindahkan tubuh korban ke atas tempat tidur.

Namun setelah beberapa menit berjalan, balita tersebut tak terlihat melakukan gerakan.

Sebelumnya, tangisan yang dihasilkan Rizki karena perlakuan Andre itu terdengar hingga telinga Ketua RT setempat yang lokasi rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Mendengar tangisan itu, Ketua RT segera menghampiri lokasi kejadian.

Saat sampai, ia sudah melihat korban tak sadarkan diri dan dalam kondisi sudah sekarat.

Namun saat itu Rizki masih tampak menghembuskan nafasnya.

Kemudian Ketua RT berinisiatif untuk membawa balita yang tengah sekarat itu ke Rumah Sakit (RS) Elisabeth Lubuk Baja.

Nahas, belum sampai ke tujuan, nyawa Rizki sudah tak tertolong.

Ternyata, sebelum korban dianiaya hingga meninggal, pelaku memang sering melakukan kekerasan terhadap bocah yang belum genap berusia tiga tahun itu.

Hal itu diungkap Andre saat ditemui di Polsek Lubu Baja.

“Memang saya juga pernah pukul dia sebelumnya kalau dia rewel,” ungkap Andre.

Berdasarkan keterangan yang diungkap Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Awal Syakban Harahap, hingga saat ini jasad korban tengah dilakukan proses autopsi di RS Bhayangkara.

“Hari ini rencana mayat Rizki akan diotopsi oleh pihak dokter RS Bhayangkara Polda Kepri. Nanti jika sudah keluar hasilnya akan kita kasih tahu,” sebut Awal menerangkan.

Pihaknya juga tengah mengembangkan penyelidikan dengan menggali keterangan pelaku lebih dalam.

“Dia sudah mengaku kalau dia yang menganiaya anak itu,” jelasnya.

Sumber: Tribunbogor