Bima Larang PNS Merokok?

by -1 views

METROPOLITAN – Wali Kota Bogor, Bima Arya, membuka per­temuan lintas sektor program Smoke Free Bogor City di Hotel Permata Bogor, Rabu (6/2). Dalam kesempatan itu, Bima menekankan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah konsistensi dan fokus. “Jika pemerintah fokus dan kon­sisten, maka hasilnya jelas,” katanya.

Untuk itu, Bima Arya meminta aparatur menjadi contoh bagi ma­syarakat dalam penerapan Perda KTR ini. “Masih ada aparatur yang masih merokok di area pelayanan masyarakat. Bahkan, saya sering menerima laporan melalui media sosial ada aparatur yang merokok saat melayani warga,” ujarnya.

Bima mengaku tidak memaksa jajarannya untuk berhenti merokok. Namun, ia hanya ingin menging­atkan kesadaran lebih dari pemerin­tah terhadap program Smoke Free Bogor City. “Untuk KTR ini dibu­tuhkan komitmen dari kita semua. Tim pembina harus betul-betul rajin melakukan pembinaan, perlu usaha masif untuk mencegah perokok dan penegakan Perda KTR,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah mempunyai Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 12 Tahun 2009. Perda ini sudah berumur 10 tahun. “Kami ingin mengevaluasi apakah perda ini ada perbaikan dengan perilaku masyarakat Kota Bogor? Kemudian bagaimana dengan hasil kualitas udara selama mene­rapkan perda ini,” katanya.

Rubaeah menyebutkan, selama 2009 sampai 2018 tingkat kepatu­han terhadap Perda KTR masih sangat rendah, terutama di tempat umum seperti kafe, tempat hiburan malam, restoran dan pasar tradi­sional. (*/rez/py)