Bogor Bentuk SATGAS Ciliwung

by -0 views

METROPOLITAN – Kota Bogor resmi memiliki Satuan Tugas (Satgas) Sungai Ciliwung. Terdiri dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Mereka yang berjumlah mencapai 39 personil ini bertugas mencari pelaku yang mem­buang sampah ke Sungai Ciliwung. “Pagi ini kita kumpul dan memulai program naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor, salah satunya patroli Ci­liwung melalui tim satgas patroli,” kata Ketua KPC Kota Bogor, Een Irawan

Menurutnya, dari 39 personil terse­but akan dibagi menjadi enam tim yang masing-masing tim terdiri dari tujuh personil dan satu tim bertang­gung jawab di dua wilayah. Selama enam bulan kedepan dan lima hari dalam seminggu, tim patroli Ciliwung melaksanakan tugas utamanya, se­perti melakukan sosialisasi program naturalisasi Sungai Ciliwung.

Kemudian, menyiapkan langkah-langkah yang akan dijalankan, mela­kukan pemberdayaan warga melalui forum-forum diskusi dalam mencari solusi bersama di setiap titik yang ada, melakukan penyisiran secara terus menerus untuk memastikan penega­kan hukum bagi warga yang melang­gar, khususnya yang membuang sam­pah ke Sungai Ciliwung.

“Kita sudah memiliki Peraturan daerah (Perda) agar warga tertib, jika melanggar maka akan ditindak secara hukum,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya usai peresmian Satgas Ciliwung di tepi Sungai Ciliwung (di bawah Jembatan Otista), Kecamatan Bogor Tengah pada Senin (4/2). “Melalui tim (Satgas) inilah yang kita harapkan dapat memberikan shock therapy bagi warga yang me­langgar. Tidak ada alasan lagi bagi warga tidak taat pada Perda karena kita sudah melakukan sosialisasi kepada warga,” sambungnya.

Kepada para aparatur wilayah yang ada wilayah dilintasi Sungai Ciliwung, Bima meminta agar dilakukan do­kumentasi sebelum dan sesudah pelaksanaan program naturalisasi Sungai Ciliwung, hal ini ditujukan agar terlihat perubahan-perubahan dan dapat dijadikan ukuran dari target program yang dilaksanakan.

Bima menyebut program natura­lisasi Sungai Ciliwung ini merupakan bagian dari 100 hari pemerintahan Wali Kota dan Wakil Kota Bogor pe­riode 2019-2024. Karenanya semua pihak yang terlibat khususnya pe­rangkat daerah ditargetkan agar pada April 2019 sudah ada hal-hal yang berubah di kawasan Sungai Ciliwung dan sekitar Juni atau Juli 2019 diharapkan sudah ada hasilnya.

“Jadi tidak hanya kawasan yang lebih bersih tetapi ada fisik yang dibangun dan ditandai dengan su­atu aktivitas dalam skala besar, bisa berupa rafting atau jalur tracking,” ujar Bima.(*/rez)