METROPOLITAN – Kela­njutan progres pembangunan Hotel Sayaga di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, rupanya belum menemukan titik terang. Dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) tahap kedua sebesar Rp67,8 miliar yang sedianya untuk membangun 80 kamar hotel pun belum terserap.

Hal tersebut sempat mem­buat anggota DPRD Kabupa­ten Bogor berang, karena merasa ‘capek-capek berjuang’ tapi malah tidak segera di­gunakan. Maka dari itu, Ko­misi II berencana memanggil direksi PT Sayaga Wisata un­tuk klarifikasi.

Direktur Operasional (Di­rops) PT Sayaga Wisata, Ivan Fadilla, mengatakan, hingga kini pihaknya belum menda­patkan informasi pasti soal pemanggilan dari Komisi II DPRD Kabupaten Bogor itu. Sehingga ia belum bisa mem­beberkan apa saja yang bak­al dibawa ke komisi, jika me­mang ada pemanggilan. ”Saya belum dapat infonya. Mungkin coba ditanyakan ke dirut (di­rektur utama, red),” kata Ivan kepada Metropolitan, kema­rin siang.

Sementara saat hendak di­hubungi, Direktur Utama (Dirut) PT Sayaga Wisata be­lum menanggapi telepon ataupun pesan singkat yang dikirimkan wartawan. Belum memanggil soal PMP tambahan itu belum pasti kapan dijadlagi, rencana anggota dewan walkan. Evaluasi keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lain di akhir tahun anggaran serta kesibukan pada tahun politik wakil rakyat jadi alasan.­

Lalu, Ketua Komisi II, Yuyud Wahyudin, mengatakan, saat ini pihaknya tengah disibukkan dengan evaluasi keuangan BUMD lain. Sedangkan untuk Hotel Sayaga belum ada kepas­tian kapan pihaknya bakal menjadwalkan pemanggilan direksi. ”Belum, belum sempat juga. Ya dorongan dari dewan, buat warning mereka itu belum ya. Soalnya sambil kampanye nih,” katanya sambil bercanda.

Desakan pemanggilan untuk menjelaskan dana PMP tam­bahan ke DPRD Kabupaten Bogor itu sempat datang dari Wakil Bupati Bogor, Iwan Se­tiawan. Ia menilai pemanggilan bisa dilakukan untuk menda­patkan klarifikasi dari direksi tentang persoalan yang terjadi.

Politisi Gerindra itu menyebut­kan, rencana pemanggilan itu biasa terjadi dan tindakan dari wakil rakyat di Kabupaten Bogor itu menjadi keharusan terkait kejelasan PMP yang sudah disahkan.

”Pemanggilan itu biasa lah. Artinya, ada yang harus dikla­rifikasi PT Sayaga Wisata dalam penggunaan dana PMP yang sudah susah payah disahkan dewan,” katanya.

Pria berkacamata itu menam­bahkan, PMP yang sudah di­sepakati berarti tinggal men­jelaskan pelaksanaannya se­perti apa. Ia mendorong upaya dari Komisi II agar persoalan menjadi ‘clear’. “Kan sampai sekarang belum digunakan, padahal (PMP, red) sudah di­sepakati. Tinggal pelaksanaan­nya seperti apa, kita dorong itu,” terangnya.

Rupanya dana PMP yang su­dah turun ke PT Sayaga Wi­sata itu tengah diupayakan agar secepatnya terserap dalam skema lelang pekerjaan untuk pembangunan kamar hotel. Hal itu diungkapkan Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa (ULPBJ), Budi Cahyadi Wiryadi.

Budi menuturkan, perusa­haan pelat merah itu sudah mengajukan surat permohonan Permintaan Kelompok Kerja (Pokja) pemilihan untuk lelang tahap kedua. Ada lima orang yang ditugaskan untuk mem­bantu proses lelang. Kelima anggota Pokja Pemilihan itu bertugas dalam membantu pemberkasan lelang PT Sayaga Wisata ke ULPBJ Kabupaten Bogor. ”Pengawasan dari me­reka (lima anggota Pokja) un­tuk pelelangan tahap kedua ini dilakukan sampai pelaksanaan tendernya selesai,” ujar pria yang akrab disapa Budi CW itu. (ryn/c/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here