METROPOLITAN – Pasca rubuhnya tiga ruang belajar (rombel) beberapa hari lalu, siswa siswi SDN Neglasari 05 belum juga mendapatkan tempat untuk kegiatam belajar dan mengajar (KBM). Akibatnya, kegiatan KBM siswa belum berjalan maksimal.

Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diminta untuk segera mencari solusi untuk penyediaan ruang kelas sementara SDN Neglasari 05. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi  Gunadhi minta agar Disdik melakukan kordinasi untuk menjamin kelancaran proses belajar tetap berjalan. Dan segera mencarikan gedung milik pemerintah setempat untuk ruangan sementara.

“Yang jelas proses belajar tidak boleh terganggu. Disdik perlu gerak cepat dan berkordinasi dengan pihak terkait supaya penumpukan murid di setiap kelas bisa terurai,” ujarnya, Kamis (31/1).

Egi pun ingin ada pemeriksaan terhadap konstruksi bangunan yang ambruk. Kemudian mencari pengembang renovasi sebelumnya, karena baru sepuluh tahun gedung sudah roboh.

“Inspektorat harus melakukan pemeriksaan terhadap kelalaian pengembang yang mengerjakan proyek gedung tersebut. Supaya kejadian ini tidak terulang di setiap pembangunan. Baik sekolah dasar maupun proyek lain yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah dasar (SD) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Wawan Kuswandi menjelaskan, pihaknya masih mencari alternatif ruang belajar dan peluang untuk anggaran renovasi gedung sekolah yang ambruk.

“Kami mencari peluang untuk anggaran terkait renovasi sekolah yang ambruk. Bantuan tanggap bencana bisa (terealisasi). Tapi harus dilaporkan dulu ke

camat. Bahkan, kami sedang berkoordinasi dengan kemendikbud apakah dimungkinkan masuk ke dalam anggaran,Kelas IV A dan B digabung. Tidak ideal kalau jumlah siswa sebanyak itu. Minimal mah 30 orang dengan luas ruang kelas 8×9 meter,”tuturnya. (rb/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here