Dewan: Nggak Faedah

by -0 views

METROPOLITAN – Banyaknya perusahaan swasta di Kabupaten Sukabumi tampaknya belum membawa manfaat secara signifikan terhadap masyarakat. DPRD Kabupaten Sukabumi menilai keberadaan mereka tidak berfaedah atau tidak memberi manfaat. Sebab, mereka belum bisa meningkatkan kesejahteraan warga yang ada di sekitar perusahaan.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Cecep Arifin, masih banyak warga yang mempertanyakan dampak kehadiran investasi dari perusahaan, mulai dari masalah pembinaan, program Corporate Social Responsibility (CSR) hingga perhatian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar operasional perusahaan.

“Jadi warga masih banyak yang mengeluhkan ke kami tentang dampak investasi terhadap masyarakat. Sebab, perusahaan swasta yang beroperasi di berbagai sektor usaha di Kabupaten Sukabumi masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” katanya usai kunjungan kerja ke PT Mersifarma, kemarin.

Untuk itu, ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kabupaten Sukabumi itu meminta pihak perusahaan dapat melibatkan kalangan legislatif atau warga sekitar dalam membahas kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan. Dengan begitu, program CSR perusahaan bisa diarahkan sesuai kebutuhan dan tidak tumpang tindih dengan program pembangunan dari pemerintah daerah.

“Meski bukan sebagai pihak yang bertugas memberi saran dan masukan, setidaknya dewan mengetahui dan memahami keseriusan investor terhadap penerapan program di lapangan,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi itu mengungkapkan, salah satu bentuk dukungan pihak swasta dalam mempercepat pembangunan di antaranya dengan turut mengentaskan kemiskinan dengan mengurangi jumlah pengangguran.

“Masyarakat Kabupaten Sukabumi juga berhak ikut andil dalam investasi, di antaranya dengan menjadi pekerja di perusahaan,” imbuhnya.

Ia mengakui memang tidak dipungkiri kualitas sumber daya manusia di sekitar perusahaan belum memenuhi kualifikasi yang dikehendaki perusahaan. Namun, pendidikan dan pelatihan terhadap tenaga kerja lokal juga menjadi tanggung jawab perusahaan melalui program-program CSR-nya.

Selain itu, sambungnya, perusahaan dalam merealisasikan CSR-nya tidak dengan bantuan langsung. Namun, harus bisa terintegrasi dengan tim CSR Pemkab Sukabumi yang ada di Bappeda.

“Jadi ketika Bappeda merencanakan rencana kerja tentunya akan mudah diketahui bahwa di suatu lokasi tertentu sudah ada rencana sebelumnya, sehingga program CSR perusahaan ini tidak tumpang tindih dengan program pemerintah,” ujarnya. (ade/rez/run)