METROPOLITAN – Usai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunujngi Pondok Pesantren Dzikir Al Fath di Kabupaten Sukabumi, kini giliran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin yang menyambangi. Dalam kunjungannya itu, Hasto dan TB Hasanuddin diberi kujang dan keris. Setibanya di Pesantren Dzikir Al Fath, Hasto dan TB Hasanuddin serta Wasekjen PDIP Ahmad Basarah langs ung disambut silat yang dilakukan anak-anak pesantren. Setelah itu, Hasto dan rombongan didampingi Pemimpin Pesantren KH Fajar Laksana mengunjungi museum Prabu Siliwangi yang terletak dalam ponpes.

Museum itu memiliki koleksi pedang China dan katana Jepang. Sampai ada milik Laksamana Maeda, tokoh Jepang yang membantu Founding Father Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI.

Usai mengunjungi museum, Hasto pun diarak dengan lisung para santri. Kemudian acara dengan seserahan pusaka dari Ponpes Dzikir Al Fath. Keris berkulit macan diserahkan kepada Hasto dan TB Hasanuddin. Selain itu, Hasto juga diberikan Kujang Emas Arya Kuningan. ”Jika memegang kujang itu maknanya memiliki misi membawa keadilan kemakmuran dan kesejahteraan,” ungkap Laksana saat memberikan Kujang kepada Hasto.

Balas pemberian pusaka, PDIP pun menyerahkan cincin berwarna merah. Hasanuddin mengatakan, cincin itu untuk mengeratkan silahturahmi. ”Cincin ini bulat, menyiratkan persahabatan dan silaturahmi di antara kita tak boleh ada ujungnya. Kami membawa tiga cincin karena kebetulan kami dapat nomor tiga,” kata Hasanuddin.

”Cincin ini dibungkus warna merah. Karena darah kita merah sama-sama mengabdi mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila sampai titik darah penghabisan,” kata Hasanuddin lagi, yang disambut teriakan ’Allahu Akbar’.

Setelah serah terima, acara dilanjutkan dengan penampilan berbagai atraksi dari para santri. Ada yang menarik saat atraksi berlangsung, beberapa kali terlihat Hasto mencoba melakukan atraksi bola api. Aksi Hasto ini mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari para santri.

Hasto mengatakan, kunjungannya ini sangatlah bermakna. Di ponpes ini dia dan rombongan menemukan hakikat sila Ketuhanan yang berkebudayaan. Dia pun mengaku merasakan dukungan positif dari para santri kepada partainya.

”Di tempat Profesor Doktor Kyai Haji Fajar laksana ini kami menemukan hakikat sila Ketuhanan yang berkebudayaan,” ucap Hasto dihadapan Santri di Pesantren Al Fath, Sukabumi, Jumat (8/02). (dtk/ mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here