METROPOLITAN – Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Bogor menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III masa bakti 2014–2018.

Acara yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin itu berlangsung di Graha Universitas Pakuan, Jalan Pakuan Utara, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Himpaudi Jabar Rudiyanto, Rektor Universitas Pakuan Bibin Rubini, Ketua Himpaudi Kota Bogor masa bakti 2014-2018 Teti dan pengurus PAUD/ Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kota

Bogor.

Fahrudin menjelaskan, sudah banyak guru PAUD yang mendapat perhatian dari pemerintah. Ini untuk meningkatkan kompetensi dan mutu pendidik.

“Alhamdulillah, melalui Disdik Kota Bogor kini ada 750 guru PAUD/ SPS yang telah mendapatkan tunjangan/ honor dan 25 guru PAUD/ SPS mendapatkan beasiswa S1. Jadi, semua itu untuk mewujudkan anak yang cerdas, sehat dan berakhlak,” tuturnya.

Menurut Fahmi, keberadaan PAUD juga penting untuk mencetak generasi unggul. Sebab, di usia itulah masa keemasan setiap anak. Atau populer disebut ‘Golden Age’. Melihat pentingnya itu semua, tak menutup kemungkinan ke depan jumlah kuota penerima tunjangan rutin tersebut akan ditambah. “Ya khusus bagi guru PAUD yang belum mendapatkan kesempatan, tahun ini menyesuaikan dengan kemampuan Pemkot Bogor,” bebernya.

Sekadar diketahui, dalam Musda III ini, Himpaudi Kota Bogor mengusung tema “Dengan semangat kebersamaan mari menyongsong masa depan pendidikan anak usia dini di bawah Panji Himpaudi”. (van/ar/feb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here